09 Maret 2017

Belajar dari Yunus


Bahan KTB di kantor lagi bahas tentang Yunus. Salah satu hal yg menarik yg hr ini dibahas adalah dibilang bahwa Allah secara khusus menciptakan ikan besar (bukan ikan paus ya..) yg menelan Yunus. Selain itu yg ga pernah terpikirkan jg, dr ketidaktaatan Yunus, ternyata Tuhan jg punya rencana supaya org2 di kapal bisa mengenal siapa Tuhan itu.  Dr pembahasan hari ini ada beberapa hal yg ak dapat. Pertama, selalu ada konsekuensi atas ketidaktaatan. Meskipun dah bertobat, konsekuensi itu akan tetap ada. Jangan berharap klo dah bertobat udah tenang, ga perlu mikirin konsekuensinya lagi.. Kedua, Tuhan itu benar2 Allah yg luar biasa. Sulit digambarkan dgn kata2 d.. yang pasti Dia akan menulis cerita hidup masing2 orang sesuai rencanaNya. Tuhan punya 'big picture' utk setiap kehidupan anak2Nya. Dia mengaturnya sedemikian indahnya. Meskipun kita bisa 'lari' dr rancangan awalnya, Tuhan bisa secara kreatif membuat tujuanNya tetap tercapai. Ketiga, kita ga bakal bisa lari dari Tuhan. Kalau Tuhan sudah suruh sesuatu, lakukan itu. Mau kabur ke manapun pasti akan 'ketangkep' lg jg.

Malam ini baca dari Kisah Para Rasul, ketemu hal yg menarik yg membuatku jd membandingkan dgn kisah Yunus. Yunus pergi ke Tarsis, lari dari panggilan Tuhan krn dia ga mau taat saat Tuhan suruh dia ksh peringatan ke Niniwe. Ini mungkin krn org Niniwe yg dah terkenal begtu jahat. Di kisah para rasul ada seseorang yg menarik perhatianku. Namanya Ananias. Bukan Ananias yg membohongi Roh Kudus, tetapi Ananias yg dipakai Tuhan utk mendoakan Saulus. 
Respon yg berbeda dr Yunus diberikan oleh Ananias. Pada saat Tuhan suruh Ananias menemui Saulus, dia jg sempat 'komplain' ke Tuhan krn dia tau ttg Saulus, tetapi pada akhirnya dia langsung taat melakukan perintah Tuhan. 
Jadi dr sini ak belajar satu hal lagi. Respon kita atas panggilan Tuhan sangat penting. Apakah kita mau langsung taat, atau perlu kayak Yunus mengalami proses dulu baru akhirnya jalan juga.. 😊

02 Februari 2017

Explore Indonesia - Ora Beach dan Ambon

Postingan pertama di tahun 2017!! 😁

Sebenarnya ada yang sudah jadi setengah draft sih, tapi belum mood lagi buat melanjutkannya.
Kali ini meskipun dah masuk tahun 2017 tapi anggap saja belum bisa move on dr 2016. Ceritanya masih akan tentang liburan akhir tahun.


Di postingan kali ini ak ga akan ceritain tentang detailnya, nanti itu rencananya akan ak bahas per harinya.. di sini ak akan tuliskan itinerary dan perkiraan biaya yang diperlukan untuk perjalanan 7 hari ke Ambon. Banyak orang yang cukup heran dengan tujuan liburan akhir tahunku kemarin. Ak sendiri juga heran sih.. hehe. Semakin mendekati hari keberangkatan, ada satu waktu ak sempat membuka buku catatanku, dan ternyata entah tahun berapa (pas dicari lagi ga ketemu) ak pernah menuliskan semacam keinginan atau resolusi atau goal setting bahwa ak ingin menginjakkan kaki di Indonesia Timur. Setelah sekian tahun berlalu akhirnya Tuhan kasih kesempatan itu.. :) Pada akhirnya ak memutuskan untuk mau ke Maluku karena ada Fei (sepupu) yang lagi PTT di Masohi (Maluku Tengah). Mumpung dia masih di sana, lumayan jadi ada yang bisa bantuin nyusun itinerary tanpa harus cari tour lokal lg pas di Ambon. :D
Ak pergi dari tgl 20 Desember 2016 (pesawat tengah malam, jd anggap saja dah tgl 21 Des), pulang tgl 27 Desember 2016. Di Ora ak cuma berdua sama Jeje dan waktu di Ambon jadi bertiga tambah Fei yang mau ikut pulang.

Untuk pesawat dari CGK ke AMQ (Pattimura - Ambon), ak naik Garuda Indonesia. berhubung ini perjalanan cukup jauh dan waktu yg agak mepet2 krn akan naik kapal cepat lagi, ga mau ambil resiko naik maskapai yg sangat terkenal dengan delaynya. Untuk pp CGK - AMQ +/- Rp.3.000.000. Ini ak kasih perkiraannya ya, karena untuk tiket pesawat bisa berubah2.

Hari pertama sampai ketiga ambil paket Ora Beach Resort (exoticorabeach.com). Paketnya cukup mahal sih, apalagi karena cuma berdua. kalau berangkatnya lebih byk orang bisa lebih murah. Ak ambil cottage laut jadi kena Rp.3.855.000 untuk 3 hari 2 malam. tapi setidaknya ambil paket itu lumayan ga perlu mikirin dari Bandara Pattimura ke Ora naik apa aja. dari Ora Beach Resort dah langsung sediain transportnya termasuk kapal cepat untuk nyebrang ke Pulau Seram dari Pulau Ambon. Yang belum termasuk itu makan siang di Masohi. Waktu itu diajak makan di Julia (resto yang katanya paling enak di sana) makanannya seafood, total makan bertiga Rp. 196.000 (tergantung pesanannya ya pastinya).
Hari pertama bisa dibilang habis di jalan karena sampai di Pantai Ora sudah sore. Hari kedua keliling di sekitar Ora, ini ikutin paket aja ke Tebing batu, Goa laut, mata air Belanda. Hari ketiga bisa dibilang habis di jalan juga karena balik ke Ambon sampainya sore juga. Makan siang di Masohi lagi tapi karena Julia sudah tutup menjelang Natal, jadi diajak makan di Bambu Kuning. Makannya seafood lagi. Total makan bertiga Rp. 169.000 (balik lagi tergantung pesanannya).

Hari ketiga pulang dari Ora ga langsung pulang ke Jakarta. Kami memutuskan untuk extend di Ambon 4 malam lagi buat explore Ambon. di Ambon kami menginap di Hotel Amaris, untuk 4 malam +/- Rp.1.200.000. karena waktu di Ambon kami bertiga, jadi lumayan share kamarnya dibagi rata. hehe. Oya, berdasarkan info yang didapat, katanya kalau mau pesan hotel di Ambon perlu mempertimbangkan lokasi hotel tersebut, apakah di daerah Kristen atau Islam. Sebenarnya sih kalau sudah di sana terlihat toleransi yang ada, termasuk seperti yang diberitain pemuda muslim menjaga jalannya ibadah Natal. tapi saya kurang tau jg, mungkin karena efek dr kerusuhan dulu itu msh ada. Kalau mau cari hostel atau hotel yang lebih murah cukup banyak juga sih, tapi kemarin ini pilih Amaris mengingat dekat dengan tempat makanan supaya kalau mau cari makan malam lebih gampang aja. :D Makan malam di Imperial bertiga Rp.275.000.

Selanjutnya hari keempat sampai pulang kami ga pakai tour lokal. Karena Fei yang lagi PTT di Masohi ada teman yang orang Ambon, jadi dia yang aturin itinerary selama di Ambon berdasarkan info dari teman2nya. Selama 4 hari itu kami sewa mobil + supir. Sempat awalnya ada niat mau nyetir sendiri tapi tidak disarankan karena ada daerah2 yg memang sebaiknya ada orang lokal, dan yang pasti jalan2nya yg naik turun gunung agak seram juga ya buat bawa mobil sendiri. hehe. Sewa mobil + supir per hari Rp.500.000 (kurang tau apakah ini karena pas natal juga atau memang standarnya segtu) kecuali pas hari terakhir cuma antar ke bandara Rp. 150.000.

Hari keempat rutenya dimulai dari beli oleh-oleh dulu. yang terkenal enak ada Roti Sarinda (roti kaya dan kacangnya yg terkenal enak). Harga rotinya relatif murah (kalau tidak salah sekitar 9000-10.000 isi 2. Oleh-oleh yang terkenal lainnya Roti Kenari dan Sago Keju. Pusat oleh2 yang sering didatangi Petak 10, tapi menurut ak roti kenari dan sago kejunya lebih enak yang mereknya Gloria (lupa nama tokonya). harga pastinya lupa berapa tapi +/- Rp. 30.000-40.000. cukup mahal memang. Oleh-oleh lainnya yang sering dibeli juga Ikan Cakalang asap. ini harganya Rp.100.000 isi 3. kalau beli ikan ini nanti sudah langsung di-packing tertutup supaya bisa dibawa masuk ke pesawat tanpa bau amis.
Setelah beli oleh-oleh dan pesan ikan buat diambil sore sebelum pulang, perjalanan menyusuri Pulau Ambon ke arah timur. Pertama ke Pantai Liang, lanjut lihat Morea (belut tapi ukurannya besar), lalu ke Air Terjun Waai. Di Ambon rata2 masuk ke tempat wisata bayarnya Rp.5.000/orang. untuk lihat morea itu ongkos pancing + telur bayar Rp.58.000. Setelah dari air terjun ke Pantai Natsepa. Di situ  ga ke pantainya tapi makan rujak natsepa yang terkenal enak jg. rujak seporsi harganya Rp. 15.000, es kelapa Rp. 12.000. Makan siang lupa nama tempatnya apa, tapi yang pasti itu jadi pilihan terakhir karena byk yg tutup menjelang Natal. Makan siang bertiga Rp. 203.500. Kalau mau ngebolang lagi bisa ke Nusa Pombo lewat pelabuhan Liang atau Tulehu tapi harus charter speed boat lagi.

Hari kelima rutenya menyusuri pulau Ambon ke arah barat. Mulai dari Batu Kapal/Batu Lubang di desa Liliboi. Masuknya bayar Rp.5.000/orang. Lanjut ke Batu Layar, ga bayar karena letaknya di pinggir jalan, jadi tinggal berhenti di pinggir jalan saja. :D Setelah itu ke Air Terjun Ureng, bayar lagi Rp. 5000/orang. Lanjut mengunjungi Mesjid tua, Gereja tua, dan Benteng Amsterdam di desa Hila. Ini kalau ga salah bayarnya sukarela. Trus jalan lanjut ke Lubang Buaya, bayar Rp.2000/orang dan Rp. 5000 untuk mobil.

Hari keenam rutenya mulai dari Pantai Pintu Kota, bayarnya mobil saja Rp. 20.000. Lanjut ke Pantai Namalatu, sama seperti tempat wisata lainnya, bayar Rp. 5000/orang. Setelah dari Namalatu, ke pantai di sebelahnya: Pantai Santai, bayarnya sama Rp. 5000/orang. Setelah itu lanjut ke Pantai Hukurila dan Pantai Lawena. Ak lupa di 2 tempat itu bayar atau tidak, tp kalaupun bayar juga Rp.5000/orang.

Hari ketujuh dah ga kemana-mana lagi karena pagi2 dah langsung berangkat ke Bandara.
Jadi perkiraan total 7 hari 6 malam +/- Rp. 10.000.000 termasuk oleh-oleh. Ada yang bilang dengan bayar segtu dah sampai Vietnam. Okaay.. masuk akal. karena memang tiket ke Indonesia Timur cukup mahal dan memang secara jarak lebih jauh juga daripada kalau ke Singapore, Malaysia, Thailand, dll. Pertimbangan ak kenapa akhirnya memutuskan ke Ambon salah satunya karena mumpung ada saudara yang di sana, dan belum tentu ada kesempatan lagi ke sana.
Kalau lihat harga memang pemikirannya lebih mending ke luar negeri. Tapi kalau semua orang berpikir seperti itu sih ujung2nya ga ada yang mau explore Indonesia yaa.. padahal alam Indonesia banyak yang ga kalah bagus dari luar negeri (khususnya buat yang pencinta alam).

Mungkin itu aja yang bisa ak bagikan sebagai rangkuman dan pertimbangan kalau ada yang berminat untuk berkunjung ke Ambon.. Untuk foto2 dan cerita detailnya menyusul yaa.. semoga mood untuk nulisnya ada terus. hehe.

.. to be continue ..

17 September 2016

Serahkan bebanmu kepada Tuhan

Matius 11:28, 30 (TB)  "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Matthew 11:28, 30 (NKJV)  "Come to Me, all you who labor and are heavy laden, and I will give you rest.
For My yoke is easy and My burden is light."

"Berjalan bersama Yesus. Kita harus tahu bahwa asalkan kita menyerahkan beban kita kpd Yesus, Dialah yang memikul beban itu. Tapi kadang kita tidak mau menyerahkan beban itu kepada-Nya. He cares for you more than you care for yourself."

Siang tadi terima wa seperti itu. Awalnya masih anggap biasa aja spt reminder lainnya. Malam baca ODB dptnya spt ini:

Jadi mikir... jangan2 selama ini ak sudah melupakan hal penting itu, menyerahkan semua beban kepada Tuhan, atau mungkin ak merasa sudah menyerahkannya tp padahal sebenarnya belum, makanya pada akhirnya jadi cape sendiri. 😥
Sekali lagi ak bersyukur masih ada yg mengingatkan hal tersebut. Thank you God! :')

16 September 2016

Just another new experience.. :)

Finally di bulan ke-9 ini menjadi postingan pertama di tahun 2016. dan ini pun terjadi karena suasana sangat mellow yg sedang dialami. haha.

Salah satu perasaan ga enak itu adalah saat ada sesuatu yg ingin kita share ke seseorang tapi kita ga menemukan orang yang tepat atau malah sudah share ke seseorang tapi ternyata orang itu sedang mengalami hal yg sama, jd yg ada bukannya membuat perasaan jd lbh lega tapi seakan malah menambah beban.
Belakangan ini entah kenapa pikiran lg cukup mumet, byk hal yg dipikirkan tp ga tau mau cerita ke siapa. sempat cerita ke seseorang tp ternyata dia lg mengalami hal yg sama jg dan alhasil ga efek apapun. setelah berpikir cukup lama, akhirnya ak memutuskan untuk mencoba share hal tersebut ke atasan di kantor. dan hasilnya.. memang dia ga bisa memberikan solusi dan hanya sekedar kasih masukan, tp itu saja sudah cukup. cukup bikin lega, apalagi didoakan juga. :)
Ak ga tau apakah ini hal yg biasa buat tmen2 yg sudah lama berada di tmpku bekerja saat ini, krn mungkin itu menjadi salah satu bagian dr 'coaching n counseling' yg memang seharusnya dilakukan oleh atasan kepada bawahan. tapi buatku ini merupakan sebuah pengalaman yg baru, secara di 2 perusahaan sebelum ini atasan langsungku ga pernah cewe dan memang ga terbiasa untuk ngobrolin hal pribadi dgn atasan. Entah kenapa di sini ak merasa cukup nyaman dan merasa bisa cerita tentang hal yg cukup pribadi yg biasanya ga pernah dibahas di kantor.
Bener2 bersyukur ada di tmp skrg, dikasih atasan yg mau menyediakan waktu mungkin ada kli tadi 2 jam untuk dengerin keluh kesah dll yg dah ketahan cukup lama, dan akhirnya mendoakan juga. :)

Satu pesan yg akan ak ingat, terus berdoa tanya Tuhan apa maksud Tuhan menempatkan ak ada di dalam masalah yg saat ini sedang dihadapi, apa yg perlu ak pelajari dari semua ini, dan apa yg harus ak lakukan selanjutnya. terkadang mungkin jawabannya tdk ada dalam waktu dekat, tp suatu saat nanti pasti akan ada jawabannya, dan itu pasti untuk kebaikanku jg.

Thank you God, dan yg pasti thank you Bu, buat waktu, masukan, dan doa yg dah Ibu kasih buat saya.. :')

31 Desember 2015

Bersyukur untuk tahun 2015

Kurang dr 1 jam lg sudah berganti tahun. Banyak hal yg terjadi di tahun ini. 
Beberapa waktu yg lalu ada sebuah pertanyaan yg muncul di path dan membuatku berpikir jg... Apa yg membuatmu bersyukur kpd Tuhan di tahun ini?
Hm.. Rasanya cukup byk yah.. Yg dinamakan pelipatgandaan mujizat itu bner2 terjadi dlm hidupku. Byk hal yg ga pernah terpikirkan Tuhan kasih dgn caraNya yg ajaib. Berkat materi (pernah ga ngerasain dpt 3x THR + 1x bonus dlm setahun? Hehe), kerjaan baru yg bner2 sblmnya ga pernah ak bayangkan, pertemuan dgn org2 yg luar biasa, tesis bisa selesai tepat pd wktnya, dll.
Prosesnya ga mudah, ada wkt menunggu, ada wkt berharap, ada wkt utk bersusah2 dahulu, ada wkt kecewa.. Tp semuanya indah pada waktuNya. :)
Masuk tahun yg baru ga tau apa yg akan dihadapi, ga tau apa kesulitan yg ada, ga tau apa berkat yg Tuhan sediakan.. Tp satu hal yg ak selalu percaya: penyertaan Tuhan selalu ada atas setiap kita. Dia tahu yg terbaik utk kita. Ijinkan Tuhan yg memimpin setiap langkah kita di tahun yg baru.
Selamat memasuki tahun 2016, Tuhan Yesus besertamu. ^_^