27 Desember 2021
Imanuel
15 Oktober 2021
Janji Tuhan Ya dan Amin
Pernah dijanjikan sesuatu oleh seseorang? Aku rasa hampir semua orang pernah ya. Lalu pertanyaan selanjutnya, percaya ga kalau orang yg berjanji itu akan menepati janjinya? Hmm.. Kalau itu mungkin tunggu dulu ya. Kalau orangnya kita kenal baik mungkin kita akan langsung percaya, tapi kalau kita ga kenal mungkin kita hanya anggap angin lalu aja janjinya.
Bagaimana dengan janji Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita percaya itu akan terjadi? Pernahkah kita meragukannya? Jujur, terkadang karena janji Tuhan itu tak kunjung terjadi dalam hidup kita, kita jadi merasa ragu apakah janji itu akan beneran terjadi. Mungkin kita akan terus bertanya-tanya, kapan sih Tuhan akan menepati janjiNya dalam hidupku? Apakah benar itu janji Tuhan untukku? Kenapa sampai sekarang aku belum mengalaminya?
Sebagai manusia rasanya itu hal yang wajar ya. Tapi satu hal yg perlu kita pegang terus adalah janji Tuhan itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya. Tuhan tidak pernah berbohong. Kalau Tuhan berjanji pasti akan Dia tepati. Tinggal bagaimana sikap kita dalam menantikan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.
Kalau kita lihat di Alkitab, cukup banyak ya contoh tokoh-tokoh Alkitab yg menantikan janji Tuhan dalam waktu yg cukup lama. Ada Abraham, Yusuf, Daud, dll. Abraham membutuhkan waktu 25 tahun sejak dia menerima janji Tuhan bahwa dia akan memiliki keturunan sebanyak bintang di langit sampai akhirnya Ishak dilahirkan. Yusuf menunggu sekitar 13 tahun sejak dia menerima janji Tuhan melalui mimpi bahwa saudara-saudaranya akan menyembah dia sampai akhirnya dia menjadi penguasa di Mesir. Daud menunggu sekian lama juga sejak dia diurapi menjadi raja sampai akhirnya dia beneran jadi raja. Dan semuanya melalui proses yg tidak mudah.
Yusuf dari seorang anak kesayangan ayahnya akhirnya dijual oleh saudara-saudaranya sendiri, bahkan tidak sampai di situ saja, dia juga difitnah oleh istri majikannya sehingga dipenjara sampai akhirnya Tuhan nyatakan janjiNya, dia jadi penguasa di Mesir. Daud memang bukan seorang anak yg dianggap oleh ayahnya, tapi dia dipilih Tuhan, diurapi menjadi raja. Namun setelah itu perjalanannya tidak mudah, dia dikejar2 mau dibunuh oleh raja yg adalah mertuanya sendiri.
Satu hal yang bisa kita contoh dari Yusuf dan Daud yaitu mereka tetap percaya kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan Tuhan apapun yang mereka alami di dalam perjalanan hidup mereka sampai akhirnya mereka menerima janji Tuhan. Mengenai Yusuf dicatat di Alkitab bahwa Tuhan menyertai dia sehingga segala pekerjaannya dibuat Tuhan berhasil. Dia berhasil mempertahankan integritasnya sebagai anak Tuhan meskipun diajak berbuat dosa oleh istri majikannya. Demikian juga dengan Daud, dia berhasil mempertahankan integritasnya saat dihadapkan dgn kesempatan untuk membunuh Saul.
Mungkin saat ini kita sedang berada dalam titik sulit mempercayai bahwa janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita, atau bahkan kita berpikir bahwa janji Tuhan itu rasanya mustahil terjadi.. Tetap ingat (sama seperti aku yg belakangan ini diingatkan Tuhan berkali-kali) bahwa Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya. Tetap percaya kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan Tuhan sampai akhirnya janji Tuhan tersebut terjadi dalam hidup kita. 😉
19 Juli 2021
Bertambah Usia di Masa PPKM
For Your mercy never fails meAll my days, I've been held in Your handsAll my life you have been faithfulAll my life you have been so, so goodI will sing of the goodness of God
31 Desember 2020
Terima Kasih 2020
Tahun 2020...
Bukan tahun yang mudah bagi kebanyakan orang, bahkan mungkin bagi semua org di seluruh dunia.
Benar-benar memasuki dimensi yg baru yg tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, melakukan segala sesuatu dari rumah.
Banyak yg mengalami kehilangan.
Kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yg dikasihi, kehilangan segala sesuatu, bahkan mungkin ada yg kehilangan kewarasan. :(
Tidak bisa berlibur dengan tenang, bahkan rencana liburan mungkin tidak terlaksana.
Tidak bisa berkumpul bersama orang2 terkasih.
Tidak bisa dengan tenang melakukan segala sesuatu.
Kebiasaan baru mulai terbentuk.
Pesan barang atau makanan, begitu sampai plastiknya langsung disemprot desinfektan dulu.
Makanan yg baru tiba langsung dihangatkan kembali dulu.
Keluar rumah harus pakai masker atau bahkan ditambah face shield.
Pulang dari bepergian, bahkan hanya ke mini market dekat rumah, harus langsung mandi.
Ke mana2 harus bawa hand sanitizer, tisue basah, desinfektan, dll.
Tiba2 jadi teringat sepenggal lirik lagu..
Jalan-Mu tak terselami oleh setiap hati kami
Namun satu hal ku percaya ada rencana yg indah
Saat ini mungkin kita tidak tau apa rencana Tuhan.
Kita tidak mengerti kenapa Tuhan izinkan semua ini terjadi.
Namun ketika Tuhan mengizinkan semuanya terjadi, Dia punya rencana yg indah.
Bersyukur masih bisa melewati tahun 2020.
Itu berarti masih ada tugas yg belum selesai yg Tuhan ingin kita kerjakan.
Beryukur kasih karunia Tuhan masih ada atas kita.
Bersyukur penyertaan Tuhan selalu ada atas kita.
Kita tak pernah tau kapan pandemi ini akan berakhir.
Kita tak pernah tau kapan tugas kita di dunia ini akan selesai.
Kita tak pernah tau apa yg akan terjadi pada tahun berikutnya.
Satu hal yg aku tau, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Satu hal yg aku percaya, Tuhan tetap akan menyertai kita di tahun berikutnya.
Satu hal yg aku yakin, dalam segala sesuatu ada rencana Tuhan yg indah.
Mari kita memasuki tahun yg baru dengan hati yg penuh dengan ucapan syukur.
Kita masuki tahun yg baru dengan pengharapan.
Kita masuki tahun yg baru dengan berserah penuh kepada Tuhan.
Terima kasih untuk semua yg terjadi di tahun 2020..
Selamat datang tahun 2021..
27 Desember 2020
Natal 2020
Kalau mendengar kata NATAL biasanya kita akan langsung berpikir tentang perayaan. Kapan acara Natal di gereja, di kantor, di sekolah, dll. Tak jarang juga diingatkan mengenai makna Natal yang sesungguhnya. Jangan sampai kita melupakan hal itu.
Natal tahun 2020 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada perayaan yang wah, bahkan mungkin tak ada acara tatap muka. Ya, semua karena pandemi yang tak kunjung berakhir. Biasa ibadah dan perayaan natal dilakukan secara on site dengan ada drama, paduan suara, dll. Untuk tahun ini hampir semua melakukannya secara on line baik itu melalui Zoom/platform online meeting lainnya atau melalui Youtube. Kalaupun ada yg melakukan secara offline/on site, jemaat yg hadir terbatas dan semua dilakukan dengan sederhana.
Bersyukur tahun ini masih bisa mengikuti ibadah natal versi on site di kantor, meskipun dengan total yg hadir (termasuk yg melayani) tidak sampai 50 orang dan tidak ada fellowship yg biasa dilakukan sebelum ibadah.
Tapi... Natal memang bukan tentang perayaan. Natal bicara tentang kasih Tuhan kepada kita, bagaimana Dia mau lahir ke dalam dunia dengan cara yg sangat sederhana untuk menjadi Juruselamat kita. Natal tak akan berarti tanpa kasih Tuhan lahir di hati kita.
Mungkin tahun ini memang berbeda, tapi biarlah sukacita Natal itu tetap ada di hati kita. Kita tetap boleh mengingat, menikmati, dan mengalami kasih Tuhan Yesus yg mau lahir untuk menjadi Juruselamat kita. Tuhan akan tetap beserta kita, karena Dialah IMANUEL. 💗
25 Desember 2020
Semua Indah Pada Waktunya
Untuk segala sesuatu ada waktunya dan semua indah pada waktunya.
Karena work from home dan tidak bisa ada kegiatan di luar saat hari sabtu dan minggu, jadi sangat banyak waktu di rumah. Saat ini sudah memasuki liburan setelah 2 periode WFH. Waktu periode pertama antara bulan Maret - Juni, mood untuk bikin ini itu muncul, jadi cukup banyak kreasi yg dihasilkan. 😆 tapi tidak untuk perioder kedua antara bulan September - Desember. hehe.
Yang mau aku ceritakan saat ini adalah tentang membuat puding marie dan brownies. Biasanya kita akan dengan senang hati menerima bantuan saat sedang membuat sesuatu karena dengan adanya bantuan, kita bisa menyelesaikannya dengan lebih cepat.
Ceritanya waktu itu mau buatin puding marie buat ponakan gede yg mau ultah. Kalau ada yg pernah bikin puding marie atau puding lain yg berlapis pasti mengerti betapa kita harus tau waktu yg tepat untuk menambahkan lapisan berikutnya supaya menghasilkan puding lapis yg bagus, yg masih nempel antar lapisannya saat dipotong.
Nah, jadi ceritanya waktu itu mama mau bantuin biar lebih cepat. semua bahan sudah disiapkan terlebih dahulu, jadi tinggal dimasak. Saat aku sedang membuat lapisan yang pertama, mama bantuin untuk mulai memasak lapisan kedua. Sekali lagi, niatnya supaya bisa selesai lebih cepat. Lapisan pertama selesai, perlu nunggu agak set supaya lapisan kedua tidak tercampur dengan lapisan pertama. Karena proses masak lapisan kedua sudah dimulai lebih dulu, jadi waktu untuk menunggu lapisan pertama set tidak terlalu banyak dan lapisan kedua juga tidak bisa didiamkan terlalu lama sebelum ditaruh di atas lapisan pertama karena bisa jadi set sebelum dituangkan ke loyang. Alhasil lapisan kedua tercampur dengan lapisan pertama. 😔 ujung2nya jadi harus buat ulang supaya jadinya bagus. hiks.
Cerita kedua saat lagi mau bikin brownies buat kasih ke teman-teman dalam rangka ulang tahun. Sebenarnya buat brownies sudah biasa banget dan kemungkinan gagalnya sangat kecil karena tidak butuh harus mengembang seperti roti. Tapi ternyata aku menemukan sesuatu yg baru yg bisa aku katakan suatu kegagalan (buatku). Waktu itu karena mau bikin cukup banyak, jadi aku keluarkan mixer yg gedean untuk langsung buat 2 resep. Aku agak lupa waktu itu kenapa, tapi yg pasti ngaduk adonannya jadi agak lama. Alhasil ternyataaaa karena aduk adonannya terlalu lama, hasil akhirnya tidak sesuai harapan, brownies yg semula diharapkan permukaan atasnya bisa mekar ternyata tetap rata dan hanya mengembang naik saja. 😔 sementara itu adonan lain yg aku aduk tidak terlalu lama mengembang dan mekar dengan bagus.
Dari 2 cerita di atas, ada satu pembelajaran yg aku dapatkan. Segala sesuatu ada waktunya. Saat buat puding marie, ternyata proses pembuatan yg terlalu cepat malah membuat gagal, sementara saat buat brownies, ternyata proses pembuatannya harus cepat karena kalau mengaduk adonannya terlalu lama malah jadi gagal, tidak sesuai harapan.
Begitu juga dengan hidup kita, terkadang Tuhan izinkan doa kita tidak dijawab dalam waktu yg cepat, tapi terkadang juga apa yg kita pikir nanti2 aja malah dijawab dengan cepat. Mungkin kita tidak mengerti kenapa hal itu terjadi, tapi aku percaya Tuhan tau waktu yang tepat untuk menjawab setiap doa kita. Dia tidak mau terlalu cepat atau terlalu lambat sehingga hasil akhirnya tidak sesuai dengan apa yg sudah Dia rancangkan untuk kita. Rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik. Kita perlu terus belajar untuk dapat percaya penuh kepada-Nya.
Teruslah berharap, teruslah berdoa, teruslah percaya. Tuhan akan menjawab doa kita tepat pada waktunya. 😇
24 Desember 2020
Seek The King
Di malam natal ini, aku mau share tentang apa yang aku dapatkan dari ibadah natal tanggal 12 des 2020 yang lalu. Temanya SEEK THE KING. Yang kotbah Pdt. Yuzo Adhinarta, Ph.D.
Natal tidak ada artinya kalau kita tidak mencari Yesus sebagai Raja.
Sikap orang yg percaya kepada Tuhan Yesus adalah menjadi pelaku firman, bukan hanya kolektor firman dan doktrin. Orang bisa percaya kepada Tuhan Yesus krn iman. Ada 2 macam iman, yaitu iman sejati/aktual dan iman perkataan/tulisan. Sebagai seorang yg percaya Tuhan, seharusnya kita memiliki iman yg sejati, yaitu iman yg melahirkan perbuatan, melahirkan buah roh, bukan iman yg kosong, yg cuma diomongin doank. Iman jadi aktual saat kita melakukan.
Orang yg percaya Tuhan Yesus akan mencari Dia. Orang yg mencari Tuhan Yesus akan menemukan. Orang yg sudah menemukan akan melakukan firman-Nya. Orang yg melakukan firman, akan mengalami Tuhan. Orang yg mengalami Tuhan akan memiliki hidup yg diubahkan.
Perubahan hidup yg nyata adalah buah dr iman yg sejati.
Kalau dipersingkat, intinya 1P 4M:
Percaya (dengan iman) → Mencari → Menemukan → Melakukan → Mengalami.
Hasilnya: hidup yg diubahkan.
Semoga memberkati kita semua. 😇
01 Agustus 2020
Setahun lagi...
Kau hiasi kehidupanku
Dengan kemurahan-Mu
Kau rancangkan masa depanku
Penuh dengan harapan
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasih-Mu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahan-Mu
Terima kasih, Yesus
Engkau sangat baikTeramat baik bagiku
ada beberapa orang yg memberikan kesan tersendiri juga dengan keunikannya, salah satunya ada yg udah tau akan ketemu dalam beberapa menit kemudian, tapi ucapinnya lewat whatsapp dan ternyata saat ketemu langsung ga ucapin sama sekali. haha. biarlah itu menjadi kesan dan kenangan sendiri.
Oh ga lupa juga ternyata di akhir hari dikirimin voice message didoain sama 1 anak sekolah minggu. feel blessed bgt. meskipun dirayakan dgn cara yg agak berbeda tapi tetap masih bisa merasakan berkat kemurahan Tuhan melalui orang2 di sekitarku, apalagi bbrp hr setelah itu ada yg berkomentar seru ya di lantai 3, dirayain rame2 gtu. jadi makin merasa bersyukur. 😊
12 September 2019
Amazed by God
11 April 2019
Jagalah Hatimu
02 Januari 2019
Lebih dari 20 tahun..
Di sini aku ga akan bahas lebih lanjut tentang melayani Tuhan dalam pekerjaan dan lain2. Aku akan share sedikit (tapi mungkin agak panjang jg sih) tentang pelayananku di gereja selama 21.5 tahun. Yup, sudah lebih dari 20 tahun. Bukan waktu yang singkat, dan kadang aku suka heran juga sih kok bisa ya bertahan selama itu. 😅 tapi ya balik lagi itu semua pasti karena kasih karunia Tuhan.
Bertahan untuk melayani selama lebih dari 20 thn menurutku bukan perjalanan yang mudah dilalui. Ada suka dan duka, ada kejenuhan, ada konflik (baik dengan orang2 yg dipimpin ataupun dgn pemimpin).. Yang pasti, di balik itu semua ada banyak pembelajaran. Kalau boleh disimpulkan, ada beberapa hal yang jadi pembelajaranku sampai saat ini:
1. Penundukan diri
Masalah/konflik bisa datang kapan saja, termasuk dengan pemimpin. Saat konflik dgn pemimpin terjadi, jujur itu adalah saat2 paling ga enak. Bawaannya pengen kabur aja, klo bisa ga mau d ikutin apa yg diomongin. Tapi satu hal yg aku belajar dari beberapa orang di sekitarku, saat keadaannya tidak mengenakan buat kita karena harus tetap taat pada otoritas di atas kita, saat itulah kita harus belajar menundukkan diri. Susah? Banget. Tapi terus ingat aja ada berkat tersendiri kalau kita tetap mau tunduk pada pemimpin yg Tuhan tempatkan di atas kita.
2. Kerendahan hati
Kerendahan hati untuk mau ditegur, untuk mau menerima nasehat/masukan, untuk tetap diam saat seharusnya kita bisa protes karena kita yang benar, untuk tetap taat saat kita merasa sudah sepantasnya kita ga mengikuti apa yg dikatakannya karena berbagai hal. Ga gampang. Tapi saat kita bisa melalui hal tersebut, bisa dibilang ujian itu sudah berhasil dilewati.
3. Being connected with people
Penting banget untuk bangun hubungan dengan siapa saja. Sering jg ada yg bilang “kita harus bersikap baik kepada semua orang, karena kita ga pernah tau kapan kita akan membutuhkan mereka atau berurusan dengan mereka”. Mau kita suka atau tidak suka dengan seseorang, kita tetap harus menjaga sikap kita sebagai anak2 Tuhan.
Mungkin itu 3 hal dari berbagai macam hal yg aku pelajari selama lebih dari 20 tahun. Ada satu hal penting yang selalu saya ingat: Jangan pernah lihat manusianya, karena manusia bisa mengecewakan. Termasuk dalam melayani di gereja, jangan melayani karena pemimpinnya, karena bisa saja mereka membuat kita kecewa. Layani Tuhan karena memang mengasihi Dia. Mungkin itu yang membuatku masih bisa bertahan sampai saat ini. Dan kalau di dalam ladang pelayananku, hal yg menjadi sukacita tersendiri adalah saat melihat anak2 sekolah minggu yg dulu pernah diajar, saat ini sudah menjadi rekan sepelayanan. 😊
O ya, satu hal lagi.. Jangan keluar dari pelayanan karena ada masalah yang mau kita hindari dari tempat tersebut. Percayalah, tidak ada tempat yg sempurna, tidak ada manusia yg sempurna. Aku percaya saat kita belum lulus dari suatu ‘ujian’, kita masih mungkin akan diperhadapkan dengan masalah yg serupa ke manapun kita pindah sampai kita tidak kabur dan berhasil lulus mengatasi ujian tersebut.
Mungkin itu aja dulu sharing yg agak panjang ini.. Semoga memberkati semua yg membaca.. Tetap setia melayani Tuhan di manapun Tuhan menempatkan kita. Tuhan memberkati. 😊
31 Desember 2018
Refleksi Akhir Tahun 2018
Cukup banyak hal yang terjadi di tahun 2018. Ada suka, ada duka. Ada hal2 yang menyenangkan, ada juga hal2 yang membuat kesal, sedih, bahkan bikin galau. haha. Tahun 2018 nambah 1 ponakan cewe, jadinya sekarang ada 2 pasang: 2 cowo n 2 cewe. Yang agak bikin malesin ya kalau ada yang nanyain terus kapan nyusul, kapan kirim undangan, dan bla bla bla.. helloowww... daripada nanyain mulu, mending kenalin siapa gtu.. 😒 lumayan kan buat nambah temen juga. Mendengar pertanyaan2 itu dari yang sebel, sampai udah terserah d mau ngomong apa.. ak lebih percaya Tuhan akan kasih pada waktu yang terbaik menurutNya.
Balik lagi tentang tahun 2018. Ada beberapa pergumulan yang ak alami, khususnya tentang pelayanan. Mungkin ini akan ak tulis lebih lengkap dalam postingan yang berbeda (semoga ada niat untuk melanjutkan draft yang sudah pernah dibuat tapi belum selesai. hehe). Yang pasti ak bersyukur dengan setiap hal yang ak alami di thn 2018 ini. Ak belajar untuk lebih peka apa yang Tuhan mau lakukan dalam hidupku, belajar untuk tahu kehendak Tuhan, belajar mengenai karakter2 orang yang unik yang membuatku belajar untuk menerima mereka sebagaimana adanya mereka.
Tahun 2018 ini bersyukur juga ada kesempatan bisa pergi ke Labuan Bajo. tentang itu harusnya sih dibuat 1 postingan tersendiri ya, tapi agak malas nulisnya. hahaha. Rasanya dulu2 ga pernah terpikir untuk explore daerah2 di Indonesia, entah kenapa sekarang2 ini jadi pengen pergi2. We'll see tahun 2019 akan ke mana.. 😉
Tahun 2018 ini juga membuatku mengingat lagi betapa kita harus selalu berjaga2 krn tidak tahu kapan waktu dan saatNya kita pulang ke rumah Bapa. entah itu kapan Tuhan datang kedua kali, atau kapan Tuhan memanggil kita pulang duluan sebelum Dia datang. Ada banyak kejadian di thn ini dimana orang2 yang secara mendadak dipanggil pulang, termasuk orang2 yg terkena bencana alam. Kita cuma bisa selalu siap sedia kapanpun waktunya tiba.
Terakhir, pertanyaan untuk menutup tahun ini... Apakah sudah siap masuk ke tahun yang baru? Biarlah Tuhan selalu menyertai kita di sepanjang tahun 2019 nanti, biarlah kita juga boleh hidup semakin berkenan di hadapan Tuhan dan selalu melakukan kehendakNya. Imanuel. 😊
06 Mei 2017
Selamat jalan, Popo..
Hal lain yg luar biasa dari popo adalah di masa tuanya, beliau suka mengisi TTS Kompas. ga heran kalau sampai dipanggil Tuhan beliau ga pikun sama sekali. ak aja agak malas isi itu TTS Kompas yg menurutku banyak pertanyaan sulitnya. hahaha., Popo dibelikan papa buku TTS Kompas sampai edisi terakhir dan katanya sih setidaknya sampai edisi 6 diisi semua ya.. luar biasa bgt d.. jadi kerjaannya setiap hari itu doa, baca Alkitab, isi TTS Kompas, nonton berita atau nonton kotbah dan sejenisnya.
Ada sedikit penyesalan kalau mengingat waktu itu ak hanya bisa menyempatkan waktu 2 jam di sana dan tidak bisa ikut sampai penguburan. Kadang masih suka kepikiran kenapa ga beneran ijin aja 1 hari lagi supaya bisa lebih lama di magetan, tapi yasudah lah, memang ada tanggung jawab pekerjaan yg sulit untuk ditinggalkan. Tapi ak tahu perjalanan pergi 15 jam dan di magetan cuma 2 jam lalu dah harus kembali ke jkt lg cukup sepadan untuk memberikan penghormatan terakhir (setidaknya masih sempat sampai penutupan peti) kepada seseorang yg luar biasa.
Saat tulisan ini diselesaikan (akhirnya) sudah lewat dari 2 bulan kepergian popo, tp kenangan itu tidak akan pernah hilang.. keteladanan yg diberikan jg tidak akan pernah ak lupakan. Terakhir wkt papa pulang ke magetan untuk ngurusin pembuatan bong pai (entah gmn nulisnya), ibu/mbak yg bantu ngurusin popo saat sakit sempat cerita katanya dia mimpi lihat popo lg duduk di depan sebuah rumah yg besar dan popo menikmatinya. Ak percaya itu popo sudah senang di Surga, sudah tinggal di rumah yg Tuhan siapkan utk popo sebagai hadiah atas apa yg dilakukannya selama popo masih di dunia.
Sekali lagi.. Selamat jalan Popo, selamat jalan Pahlawan Iman.. :')
09 Maret 2017
Belajar dari Yunus
02 Februari 2017
Explore Indonesia - Ora Beach dan Ambon
Sebenarnya ada yang sudah jadi setengah draft sih, tapi belum mood lagi buat melanjutkannya.
Kali ini meskipun dah masuk tahun 2017 tapi anggap saja belum bisa move on dr 2016. Ceritanya masih akan tentang liburan akhir tahun.
Di postingan ini ak akan tuliskan itinerary dan perkiraan biaya yang diperlukan untuk perjalanan 7 hari ke Ambon. Banyak orang yang cukup heran dengan tujuan liburan akhir tahunku kemarin. Ak sendiri juga heran sih.. hehe. Semakin mendekati hari keberangkatan, ada satu waktu ak sempat membuka buku catatanku, dan ternyata entah tahun berapa (pas dicari lagi ga ketemu) ak pernah menuliskan semacam keinginan atau resolusi atau goal setting bahwa ak ingin menginjakkan kaki di Indonesia Timur. Setelah sekian tahun berlalu akhirnya Tuhan kasih kesempatan itu.. :) Pada akhirnya ak memutuskan untuk mau ke Maluku karena ada Fei (sepupu) yang lagi PTT di Masohi (Maluku Tengah). Mumpung dia masih di sana, lumayan jadi ada yang bisa bantuin nyusun itinerary tanpa harus cari tour lokal lg pas di Ambon. :D
Ak pergi dari tgl 20 Desember 2016 (pesawat tengah malam, jd anggap saja dah tgl 21 Des), pulang tgl 27 Desember 2016. Di Ora ak cuma berdua sama Jeje dan waktu di Ambon jadi bertiga tambah Fei yang mau ikut pulang.
Untuk pesawat dari CGK ke AMQ (Pattimura - Ambon), ak naik Garuda Indonesia. berhubung ini perjalanan cukup jauh dan waktu yg agak mepet2 krn akan naik kapal cepat lagi, ga mau ambil resiko naik maskapai yg sangat terkenal dengan delaynya. Untuk pp CGK - AMQ +/- Rp.3.000.000. Ini ak kasih perkiraannya ya, karena untuk tiket pesawat bisa berubah2.
Hari pertama sampai ketiga ambil paket Ora Beach Resort (exoticorabeach.com). Paketnya cukup mahal sih, apalagi karena cuma berdua. kalau berangkatnya lebih byk orang bisa lebih murah. Ak ambil cottage laut jadi kena Rp.3.855.000 untuk 3 hari 2 malam. tapi setidaknya ambil paket itu lumayan ga perlu mikirin dari Bandara Pattimura ke Ora naik apa aja. dari Ora Beach Resort dah langsung sediain transportnya termasuk kapal cepat untuk nyebrang ke Pulau Seram dari Pulau Ambon. Yang belum termasuk itu makan siang di Masohi. Waktu itu diajak makan di Julia (resto yang katanya paling enak di sana) makanannya seafood, total makan bertiga Rp. 196.000 (tergantung pesanannya ya pastinya).
Hari pertama bisa dibilang habis di jalan karena sampai di Pantai Ora sudah sore. Hari kedua keliling di sekitar Ora, ini ikutin paket aja ke Tebing batu, Goa laut, mata air Belanda. Hari ketiga bisa dibilang habis di jalan juga karena balik ke Ambon sampainya sore juga. Makan siang di Masohi lagi tapi karena Julia sudah tutup menjelang Natal, jadi diajak makan di Bambu Kuning. Makannya seafood lagi. Total makan bertiga Rp. 169.000 (balik lagi tergantung pesanannya).
Hari ketiga pulang dari Ora ga langsung pulang ke Jakarta. Kami memutuskan untuk extend di Ambon 4 malam lagi buat explore Ambon. di Ambon kami menginap di Hotel Amaris, untuk 4 malam +/- Rp.1.200.000. karena waktu di Ambon kami bertiga, jadi lumayan share kamarnya dibagi rata. hehe. Oya, berdasarkan info yang didapat, katanya kalau mau pesan hotel di Ambon perlu mempertimbangkan lokasi hotel tersebut, apakah di daerah Kristen atau Islam. Sebenarnya sih kalau sudah di sana terlihat toleransi yang ada, termasuk seperti yang diberitain pemuda muslim menjaga jalannya ibadah Natal. tapi saya kurang tau jg, mungkin karena efek dr kerusuhan dulu itu msh ada. Kalau mau cari hostel atau hotel yang lebih murah cukup banyak juga sih, tapi kemarin ini pilih Amaris mengingat dekat dengan tempat makanan supaya kalau mau cari makan malam lebih gampang aja. :D Makan malam di Imperial bertiga Rp.275.000.
Selanjutnya hari keempat sampai pulang kami ga pakai tour lokal. Karena Fei yang lagi PTT di Masohi ada teman yang orang Ambon, jadi dia yang aturin itinerary selama di Ambon berdasarkan info dari teman2nya. Selama 4 hari itu kami sewa mobil + supir. Sempat awalnya ada niat mau nyetir sendiri tapi tidak disarankan karena ada daerah2 yg memang sebaiknya ada orang lokal, dan yang pasti jalan2nya yg naik turun gunung agak seram juga ya buat bawa mobil sendiri. hehe. Sewa mobil + supir per hari Rp.500.000 (kurang tau apakah ini karena pas natal juga atau memang standarnya segtu) kecuali pas hari terakhir cuma antar ke bandara Rp. 150.000.
Hari keempat rutenya dimulai dari beli oleh-oleh dulu. yang terkenal enak ada Roti Sarinda (roti kaya dan kacangnya yg terkenal enak). Harga rotinya relatif murah (kalau tidak salah sekitar 9000-10.000 isi 2. Oleh-oleh yang terkenal lainnya Roti Kenari dan Sago Keju. Pusat oleh2 yang sering didatangi Petak 10, tapi menurut ak roti kenari dan sago kejunya lebih enak yang mereknya Gloria (lupa nama tokonya). harga pastinya lupa berapa tapi +/- Rp. 30.000-40.000. cukup mahal memang. Oleh-oleh lainnya yang sering dibeli juga Ikan Cakalang asap. ini harganya Rp.100.000 isi 3. kalau beli ikan ini nanti sudah langsung di-packing tertutup supaya bisa dibawa masuk ke pesawat tanpa bau amis.
Setelah beli oleh-oleh dan pesan ikan buat diambil sore sebelum pulang, perjalanan menyusuri Pulau Ambon ke arah timur. Pertama ke Pantai Liang, lanjut lihat Morea (belut tapi ukurannya besar), lalu ke Air Terjun Waai. Di Ambon rata2 masuk ke tempat wisata bayarnya Rp.5.000/orang. untuk lihat morea itu ongkos pancing + telur bayar Rp.58.000. Setelah dari air terjun ke Pantai Natsepa. Di situ ga ke pantainya tapi makan rujak natsepa yang terkenal enak jg. rujak seporsi harganya Rp. 15.000, es kelapa Rp. 12.000. Makan siang lupa nama tempatnya apa, tapi yang pasti itu jadi pilihan terakhir karena byk yg tutup menjelang Natal. Makan siang bertiga Rp. 203.500. Kalau mau ngebolang lagi bisa ke Nusa Pombo lewat pelabuhan Liang atau Tulehu tapi harus charter speed boat lagi.
Hari kelima rutenya menyusuri pulau Ambon ke arah barat. Mulai dari Batu Kapal/Batu Lubang di desa Liliboi. Masuknya bayar Rp.5.000/orang. Lanjut ke Batu Layar, ga bayar karena letaknya di pinggir jalan, jadi tinggal berhenti di pinggir jalan saja. :D Setelah itu ke Air Terjun Ureng, bayar lagi Rp. 5000/orang. Lanjut mengunjungi Mesjid tua, Gereja tua, dan Benteng Amsterdam di desa Hila. Ini kalau ga salah bayarnya sukarela. Trus jalan lanjut ke Lubang Buaya, bayar Rp.2000/orang dan Rp. 5000 untuk mobil.
Hari keenam rutenya mulai dari Pantai Pintu Kota, bayarnya mobil saja Rp. 20.000. Lanjut ke Pantai Namalatu, sama seperti tempat wisata lainnya, bayar Rp. 5000/orang. Setelah dari Namalatu, ke pantai di sebelahnya: Pantai Santai, bayarnya sama Rp. 5000/orang. Setelah itu lanjut ke Pantai Hukurila dan Pantai Lawena. Ak lupa di 2 tempat itu bayar atau tidak, tp kalaupun bayar juga Rp.5000/orang.
Hari ketujuh dah ga kemana-mana lagi karena pagi2 dah langsung berangkat ke Bandara.
Jadi perkiraan total 7 hari 6 malam +/- Rp. 10.000.000 termasuk oleh-oleh. Ada yang bilang dengan bayar segtu dah sampai Vietnam. Okaay.. masuk akal. karena memang tiket ke Indonesia Timur cukup mahal dan memang secara jarak lebih jauh juga daripada kalau ke Singapore, Malaysia, Thailand, dll. Pertimbangan ak kenapa akhirnya memutuskan ke Ambon salah satunya karena mumpung ada saudara yang di sana, dan belum tentu ada kesempatan lagi ke sana.
Kalau lihat harga memang pemikirannya lebih mending ke luar negeri. Tapi kalau semua orang berpikir seperti itu sih ujung2nya ga ada yang mau explore Indonesia yaa.. padahal alam Indonesia banyak yang ga kalah bagus dari luar negeri (khususnya buat yang pencinta alam).
Mungkin itu aja yang bisa ak bagikan sebagai rangkuman dan pertimbangan kalau ada yang berminat untuk berkunjung ke Ambon.. Wonderful Indonesia.
17 September 2016
Serahkan bebanmu kepada Tuhan
16 September 2016
Just another new experience.. :)
Salah satu perasaan ga enak itu adalah saat ada sesuatu yg ingin kita share ke seseorang tapi kita ga menemukan orang yang tepat atau malah sudah share ke seseorang tapi ternyata orang itu sedang mengalami hal yg sama, jd yg ada bukannya membuat perasaan jd lbh lega tapi seakan malah menambah beban.
Belakangan ini entah kenapa pikiran lg cukup mumet, byk hal yg dipikirkan tp ga tau mau cerita ke siapa. sempat cerita ke seseorang tp ternyata dia lg mengalami hal yg sama jg dan alhasil ga efek apapun. setelah berpikir cukup lama, akhirnya ak memutuskan untuk mencoba share hal tersebut ke atasan di kantor. dan hasilnya.. memang dia ga bisa memberikan solusi dan hanya sekedar kasih masukan, tp itu saja sudah cukup. cukup bikin lega, apalagi didoakan juga. :)
Ak ga tau apakah ini hal yg biasa buat tmen2 yg sudah lama berada di tmpku bekerja saat ini, tapi buatku ini merupakan sebuah pengalaman yg baru, secara di 2 perusahaan sebelum ini atasan langsungku ga pernah cewe dan memang ga terbiasa untuk ngobrolin hal pribadi dgn atasan. Entah kenapa di sini ak merasa cukup nyaman dan merasa bisa cerita tentang hal yg cukup pribadi yg biasanya ga pernah dibahas di kantor.
Bener2 bersyukur ada di tmp skrg, dikasih atasan yg mau menyediakan waktu mungkin ada kli tadi 2 jam untuk dengerin keluh kesah dll yg dah ketahan cukup lama, dan akhirnya mendoakan juga. :)
Satu pesan yg akan ak ingat, terus berdoa tanya Tuhan apa maksud Tuhan menempatkan ak ada di dalam masalah yg saat ini sedang dihadapi, apa yg perlu ak pelajari dari semua ini, dan apa yg harus ak lakukan selanjutnya. terkadang mungkin jawabannya tdk ada dalam waktu dekat, tp suatu saat nanti pasti akan ada jawabannya, dan itu pasti untuk kebaikanku jg.
Thank you God, dan yg pasti thank you Bu, buat waktu, masukan, dan doa yg dah Ibu kasih buat saya.. :')
31 Desember 2015
Bersyukur untuk tahun 2015
01 Oktober 2015
Mengalami Tuhan?
30 September 2015
Belajar dari Raja-Raja Israel - Yehuda (2)
Ada 1 hal yang ak perhatikan dari setiap kisah mereka.. apakah mereka hidup benar di hadapan Tuhan, apakah yg jahat berbalik kepada Tuhan, dan apakah mereka mengakhiri hidupnya dgn tetap hidup benar di hadapan Tuhan.
Beberapa bulan ini, renungan pagi di kantor membahas mengenai kisah raja2 Israel - Yehuda ini, makanya saya ingin membuka lagi post mengenai ini. Hari ini pembahasan terakhir, dan ada beberapa hal yang ak dapat:
1. Allah itu kasih dan penuh anugerah. Sejahat apapun manusia, Dia selalu terbuka untuk menerima kembali dan tetap memeliharanya. Allah tidak pernah melupakan umat-Nya. contohnya adalah Yoyakhin, dia tetap dipelihara Allah meskipun dalam pembuangan.
2. Setiap perbuatan yang dilakukan selalu ada konsekuensinya. Kalau dosa yang dilakukan, akan ada hukuman yang menanti. Orang yang tetap berbuat jahat meskipun tahu hal tersebut tidak disukai Tuhan, pasti akan menanggung akibatnya, akan merasakan hukumannya. contohnya adalah Zedekia, dia tetap berbuat jahat dan pada akhirnya dia melihat anak2nya dibunuh di depan matanya dan matanya sendiri dibuat buta.
3. Pertobatan memang penting, tapi pertobatan itu tidak mempengaruhi hukuman/konsekuensi yang harus diterima karena perbuatan jahat yang dilakukan. contohnya adalah saat Daud berbuat dosa dengan Batsyeba. dia bertobat dgn sungguh2, tapi tetap hukuman Tuhan harus terjadi atasnya, anak yang dilahirkan Batsyeba itu pada akhirnya meninggal.
4. Pertobatan juga bisa menghindarkan dari hukuman. contohnya adalah Yosia. saat itu karena bangsa Yehuda terus2an berbuat jahat, Tuhan sudah merancangkan hukuman. akan tetapi Yosia yg menyadari hukuman Tuhan, segera menyesal dan bertobat dengan sungguh2, dan akhirnya ia tidak mengalami hukuman Tuhan.
Kesimpulan terakhir yang ak ambil adalah: lebih baik kita terus hidup benar di hadapan Tuhan supaya kita tidak perlu mengalami hukuman Tuhan. kalau kita pernah berbuat jahat, bertobatlah supaya pada akhirnya kita mengakhiri hidup kita dengan hidup benar di hadapan Tuhan. tidak pernah ada kata terlambat karena kasih dan anugerah Tuhan selalu ada untuk setiap orang yang mau kembali kepada-Nya. :)

