Tampilkan postingan dengan label my thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my thought. Tampilkan semua postingan

15 Oktober 2021

Janji Tuhan Ya dan Amin

Pernah dijanjikan sesuatu oleh seseorang? Aku rasa hampir semua orang pernah ya. Lalu pertanyaan selanjutnya, percaya ga kalau orang yg berjanji itu akan menepati janjinya? Hmm.. Kalau itu mungkin tunggu dulu ya. Kalau orangnya kita kenal baik mungkin kita akan langsung percaya, tapi kalau kita ga kenal mungkin kita hanya anggap angin lalu aja janjinya. 

Bagaimana dengan janji Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita percaya itu akan terjadi? Pernahkah kita meragukannya? Jujur, terkadang karena janji Tuhan itu tak kunjung terjadi dalam hidup kita, kita jadi merasa ragu apakah janji itu akan beneran terjadi. Mungkin kita akan terus bertanya-tanya, kapan sih Tuhan akan menepati janjiNya dalam hidupku? Apakah benar itu janji Tuhan untukku? Kenapa sampai sekarang aku belum mengalaminya?

Sebagai manusia rasanya itu hal yang wajar ya. Tapi satu hal yg perlu kita pegang terus adalah janji Tuhan itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya. Tuhan tidak pernah berbohong. Kalau Tuhan berjanji pasti akan Dia tepati. Tinggal bagaimana sikap kita dalam menantikan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Kalau kita lihat di Alkitab, cukup banyak ya contoh tokoh-tokoh Alkitab yg menantikan janji Tuhan dalam waktu yg cukup lama. Ada Abraham, Yusuf, Daud, dll. Abraham membutuhkan waktu 25 tahun sejak dia menerima janji Tuhan bahwa dia akan memiliki keturunan sebanyak bintang di langit sampai akhirnya Ishak dilahirkan. Yusuf menunggu sekitar 13 tahun sejak dia menerima janji Tuhan melalui mimpi bahwa saudara-saudaranya akan menyembah dia sampai akhirnya dia menjadi penguasa di Mesir. Daud menunggu sekian lama juga sejak dia diurapi menjadi raja sampai akhirnya dia beneran jadi raja. Dan semuanya melalui proses yg tidak mudah. 
Yusuf dari seorang anak kesayangan ayahnya akhirnya dijual oleh saudara-saudaranya sendiri, bahkan tidak sampai di situ saja, dia juga difitnah oleh istri majikannya sehingga dipenjara sampai akhirnya Tuhan nyatakan janjiNya, dia jadi penguasa di Mesir. Daud memang bukan seorang anak yg dianggap oleh ayahnya, tapi dia dipilih Tuhan, diurapi menjadi raja. Namun setelah itu perjalanannya tidak mudah, dia dikejar2 mau dibunuh oleh raja yg adalah mertuanya sendiri.

Satu hal yang bisa kita contoh dari Yusuf dan Daud yaitu mereka tetap percaya kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan Tuhan apapun yang mereka alami di dalam perjalanan hidup mereka sampai akhirnya mereka menerima janji Tuhan. Mengenai Yusuf dicatat di Alkitab bahwa Tuhan menyertai dia sehingga segala pekerjaannya dibuat Tuhan berhasil. Dia berhasil mempertahankan integritasnya sebagai anak Tuhan meskipun diajak berbuat dosa oleh istri majikannya. Demikian juga dengan Daud, dia berhasil mempertahankan integritasnya saat dihadapkan dgn kesempatan untuk membunuh Saul.

Mungkin saat ini kita sedang berada dalam titik sulit mempercayai bahwa janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita, atau bahkan kita berpikir bahwa janji Tuhan itu rasanya mustahil terjadi.. Tetap ingat (sama seperti aku yg belakangan ini diingatkan Tuhan berkali-kali) bahwa Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya. Tetap percaya kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan Tuhan sampai akhirnya janji Tuhan tersebut terjadi dalam hidup kita. 😉

31 Desember 2020

Terima Kasih 2020

Tahun 2020...

Bukan tahun yang mudah bagi kebanyakan orang, bahkan mungkin bagi semua org di seluruh dunia.
Benar-benar memasuki dimensi yg baru yg tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, melakukan segala sesuatu dari rumah.

Banyak yg mengalami kehilangan.
Kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yg dikasihi, kehilangan segala sesuatu, bahkan mungkin ada yg kehilangan kewarasan. :(

Tidak bisa berlibur dengan tenang, bahkan rencana liburan mungkin tidak terlaksana.
Tidak bisa berkumpul bersama orang2 terkasih.
Tidak bisa dengan tenang melakukan segala sesuatu.

Kebiasaan baru mulai terbentuk.
Pesan barang atau makanan, begitu sampai plastiknya langsung disemprot desinfektan dulu.
Makanan yg baru tiba langsung dihangatkan kembali dulu.
Keluar rumah harus pakai masker atau bahkan ditambah face shield.
Pulang dari bepergian, bahkan hanya ke mini market dekat rumah, harus langsung mandi.
Ke mana2 harus bawa hand sanitizer, tisue basah, desinfektan, dll.

Tiba2 jadi teringat sepenggal lirik lagu..

Jalan-Mu tak terselami oleh setiap hati kami
Namun satu hal ku percaya ada rencana yg indah
 

Saat ini mungkin kita tidak tau apa rencana Tuhan.
Kita tidak mengerti kenapa Tuhan izinkan semua ini terjadi.
Namun ketika Tuhan mengizinkan semuanya terjadi, Dia punya rencana yg indah.

Bersyukur masih bisa melewati tahun 2020.
Itu berarti masih ada tugas yg belum selesai yg Tuhan ingin kita kerjakan.

Beryukur kasih karunia Tuhan masih ada atas kita.
Bersyukur penyertaan Tuhan selalu ada atas kita.

Kita tak pernah tau kapan pandemi ini akan berakhir.
Kita tak pernah tau kapan tugas kita di dunia ini akan selesai.
Kita tak pernah tau apa yg akan terjadi pada tahun berikutnya.

Satu hal yg aku tau, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Satu hal yg aku percaya, Tuhan tetap akan menyertai kita di tahun berikutnya.
Satu hal yg aku yakin, dalam segala sesuatu ada rencana Tuhan yg indah.

Mari kita memasuki tahun yg baru dengan hati yg penuh dengan ucapan syukur.
Kita masuki tahun yg baru dengan pengharapan.
Kita masuki tahun yg baru dengan berserah penuh kepada Tuhan.

Terima kasih untuk semua yg terjadi di tahun 2020..
Selamat datang tahun 2021..

25 Desember 2020

Semua Indah Pada Waktunya

Untuk segala sesuatu ada waktunya dan semua indah pada waktunya.

Karena work from home dan tidak bisa ada kegiatan di luar saat hari sabtu dan minggu, jadi sangat banyak waktu di rumah. Saat ini sudah memasuki liburan setelah 2 periode WFH. Waktu periode pertama antara bulan Maret - Juni, mood untuk bikin ini itu muncul, jadi cukup banyak kreasi yg dihasilkan. 😆 tapi tidak untuk perioder kedua antara bulan September - Desember. hehe.

Yang mau aku ceritakan saat ini adalah tentang membuat puding marie dan brownies. Biasanya kita akan dengan senang hati menerima bantuan saat sedang membuat sesuatu karena dengan adanya bantuan, kita bisa menyelesaikannya dengan lebih cepat. 

Ceritanya waktu itu mau buatin puding marie buat ponakan gede yg mau ultah. Kalau ada yg pernah bikin puding marie atau puding lain yg berlapis pasti mengerti betapa kita harus tau waktu yg tepat untuk menambahkan lapisan berikutnya supaya menghasilkan puding lapis yg bagus, yg masih nempel antar lapisannya saat dipotong. 
Nah, jadi ceritanya waktu itu mama mau bantuin biar lebih cepat. semua bahan sudah disiapkan terlebih dahulu, jadi tinggal dimasak. Saat aku sedang membuat lapisan yang pertama, mama bantuin untuk mulai memasak lapisan kedua. Sekali lagi, niatnya supaya bisa selesai lebih cepat. Lapisan pertama selesai, perlu nunggu agak set supaya lapisan kedua tidak tercampur dengan lapisan pertama. Karena proses masak lapisan kedua sudah dimulai lebih dulu, jadi waktu untuk menunggu lapisan pertama set tidak terlalu banyak dan lapisan kedua juga tidak bisa didiamkan terlalu lama sebelum ditaruh di atas lapisan pertama karena bisa jadi set sebelum dituangkan ke loyang. Alhasil lapisan kedua tercampur dengan lapisan pertama. 😔 ujung2nya jadi harus buat ulang supaya jadinya bagus. hiks. 

Cerita kedua saat lagi mau bikin brownies buat kasih ke teman-teman dalam rangka ulang tahun. Sebenarnya buat brownies sudah biasa banget dan kemungkinan gagalnya sangat kecil karena tidak butuh harus mengembang seperti roti. Tapi ternyata aku menemukan sesuatu yg baru yg bisa aku katakan suatu kegagalan (buatku). Waktu itu karena mau bikin cukup banyak, jadi aku keluarkan mixer yg gedean untuk langsung buat 2 resep. Aku agak lupa waktu itu kenapa, tapi yg pasti ngaduk adonannya jadi agak lama. Alhasil ternyataaaa karena aduk adonannya terlalu lama, hasil akhirnya tidak sesuai harapan, brownies yg semula diharapkan permukaan atasnya bisa mekar ternyata tetap rata dan hanya mengembang naik saja. 😔  sementara itu adonan lain yg aku aduk tidak terlalu lama mengembang dan mekar dengan bagus.

Dari 2 cerita di atas, ada satu pembelajaran yg aku dapatkan. Segala sesuatu ada waktunya. Saat buat puding marie, ternyata proses pembuatan yg terlalu cepat malah membuat gagal, sementara saat buat brownies, ternyata proses pembuatannya harus cepat karena kalau mengaduk adonannya terlalu lama malah jadi gagal, tidak sesuai harapan.
Begitu juga dengan hidup kita, terkadang Tuhan izinkan doa kita tidak dijawab dalam waktu yg cepat, tapi terkadang juga apa yg kita pikir nanti2 aja malah dijawab dengan cepat. Mungkin kita tidak mengerti kenapa hal itu terjadi, tapi aku percaya Tuhan tau waktu yang tepat untuk menjawab setiap doa kita. Dia tidak mau terlalu cepat atau terlalu lambat sehingga hasil akhirnya tidak sesuai dengan apa yg sudah Dia rancangkan untuk kita. Rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik. Kita perlu terus belajar untuk dapat percaya penuh kepada-Nya. 

Teruslah berharap, teruslah berdoa, teruslah percaya. Tuhan akan menjawab doa kita tepat pada waktunya. 😇

11 April 2019

Jagalah Hatimu

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." - Amsal 4:23

Bulan ini di gereja temanya tentang "Jaga Hati". Sebenarnya ayat di atas sudah sering didengar, tapi pertanyaannya: sudah dilakukan belum?

Beberapa bulan atau mungkin bisa dibilang beberapa tahun belakangan ini banyak dengar cerita-cerita yang ga mengenakan di seputar kehidupan pelayanan di gereja, hm.. lebih tepatnya tentang perilaku orang-orang yang ada di dalam gereja. 

Seperti yang kita sering dengar, ada 3 godaan yang paling bahaya: Harta, Tahta, Wanita (Cinta). Dulu banget dengan polosnya cuma bisa mikir 'masa iya sih?'.. tapi makin bertambah dewasa makin mengerti kenapa dibilang seperti itu. Kenyataannya memang begitu. Banyak hamba Tuhan yang jatuh karena 3 hal tersebut.. mulai dari pendeta besar (yang mungkin seluruh dunia tau juga beritanya) sampai pelayan-pelayan Tuhan di gereja yang bahkan tidak pernah terdengar namanya. Ada worship leader, pemusik, bahkan pendeta/pengkotbah yang selingkuh. Ada full-timer gereja, bahkan pendeta yang korupsi di gereja. Ada orang2 yang saat Tuhan percayakan uang ternyata tidak bisa mengatur dan mempertanggungjawabkannya dengan benar. Ada yang begitu menerima jabatan tertentu langsung banyak tingkah dan sikapnya berubah ke arah yang negatif.

Sedih loh kalau dengar berita-berita seperti itu, apalagi kalau sudah ketauan masih aja melakukan pembelaan diri dan jadi menurunkan standar hidupnya sendiri. 😔  gimana mau jadi berkat buat orang-orang yang belum mengenal Tuhan kalau perilaku orang-orang di dalam gereja ga bisa jadi teladan?

Hidup sebagai anak Tuhan mungkin ga bisa dibilang mudah karena ada batasan-batasan yang diberikan yang harus ditaati. Tapi bukankah memang batasan itu diperlukan untuk menjaga hidup kita? Mungkin melaksanakannya terkadang sulit, tapi kan ada Roh Kudus yang dikasih buat menolong.. Tinggal kita mau ga buat diajar dan dipimpin sama Roh Kudus.

Aku ga berani bilang hidupku sudah benar. Cuma Tuhan yang bisa nilai seberapa hidup kita berkenan di hadapanNya. Satu hal yang aku dapat belakangan ini, terutama terkait urusan menjaga hati, perhatikan bagaimana relasi kita dengan Tuhan. Menurutku kunci dari semua yang kita alami itu ya relasi kita dengan Tuhan. Kalau kita punya hubungan yang intim dengan Tuhan, harusnya kita bisa menjaga hati dan hidup kita dari dosa. Seperti yang Petrus katakan:
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." - 1 Pet 5:8
Kalau kita ga berjaga-jaga ya siap2 aja.. habislah kita.. 😣

Jadi.. yuk perhatikan bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, jaga hati kita.. supaya kita bisa tetap hidup berkenan di hadapan Tuhan sehingga saat waktunya tiba kita ketemu Tuhan Yesus, kita didapati tetap berkenan di hadapan-Nya. 😉


02 Januari 2019

Lebih dari 20 tahun..

Melayani Tuhan. Dulu saya selalu beranggapan bahwa melayani Tuhan itu ya pelayanan di Gereja, dimana setiap hari minggu bisa seharian di gereja. Bidang pelayanan bisa macem2, tergantung panggilan setiap orang. Seiring bertambahnya usia, kedewasaan, pengalaman, dan pengetahuan2 baru, akhirnya saya menyadari bahwa yang namanya melayani Tuhan tidak terbatas hanya di dalam gereja, bahkan seharusnya dalam hidup kita sehari-hari kita juga melayani Tuhan, termasuk dalam pekerjaan yg kita lakukan.

Di sini aku ga akan bahas lebih lanjut tentang melayani Tuhan dalam pekerjaan dan lain2. Aku akan share sedikit (tapi mungkin agak panjang jg sih) tentang pelayananku di gereja selama 21.5 tahun. Yup, sudah lebih dari 20 tahun. Bukan waktu yang singkat, dan kadang aku suka heran juga sih kok bisa ya bertahan selama itu. 😅 tapi ya balik lagi itu semua pasti karena kasih karunia Tuhan.

Bertahan untuk melayani selama lebih dari 20 thn menurutku bukan perjalanan yang mudah dilalui. Ada suka dan duka, ada kejenuhan, ada konflik (baik dengan orang2 yg dipimpin ataupun dgn pemimpin).. Yang pasti, di balik itu semua ada banyak pembelajaran. Kalau boleh disimpulkan, ada beberapa hal yang jadi pembelajaranku sampai saat ini:
1. Penundukan diri
Masalah/konflik bisa datang kapan saja, termasuk dengan pemimpin. Saat konflik dgn pemimpin terjadi, jujur itu adalah saat2 paling ga enak. Bawaannya pengen kabur aja, klo bisa ga mau d ikutin apa yg diomongin. Tapi satu hal yg aku belajar dari beberapa orang di sekitarku, saat keadaannya tidak mengenakan buat kita karena harus tetap taat pada otoritas di atas kita, saat itulah kita harus belajar menundukkan diri. Susah? Banget. Tapi terus ingat aja ada berkat tersendiri kalau kita tetap mau tunduk pada pemimpin yg Tuhan tempatkan di atas kita.
2. Kerendahan hati
Kerendahan hati untuk mau ditegur, untuk mau menerima nasehat/masukan, untuk tetap diam saat seharusnya kita bisa protes karena kita yang benar, untuk tetap taat saat kita merasa sudah sepantasnya kita ga mengikuti apa yg dikatakannya karena berbagai hal. Ga gampang. Tapi saat kita bisa melalui hal tersebut, bisa dibilang ujian itu sudah berhasil dilewati.
3. Being connected with people
Penting banget untuk bangun hubungan dengan siapa saja. Sering jg ada yg bilang “kita harus bersikap baik kepada semua orang, karena kita ga pernah tau kapan kita akan membutuhkan mereka atau berurusan dengan mereka”. Mau kita suka atau tidak suka dengan seseorang, kita tetap harus menjaga sikap kita sebagai anak2 Tuhan.

Mungkin itu 3 hal dari berbagai macam hal yg aku pelajari selama lebih dari 20 tahun. Ada satu hal penting yang selalu saya ingat: Jangan pernah lihat manusianya, karena manusia bisa mengecewakan. Termasuk dalam melayani di gereja, jangan melayani karena pemimpinnya, karena bisa saja mereka membuat kita kecewa. Layani Tuhan karena memang mengasihi Dia. Mungkin itu yang membuatku masih bisa bertahan sampai saat ini. Dan kalau di dalam ladang pelayananku, hal yg menjadi sukacita tersendiri adalah saat melihat anak2 sekolah minggu yg dulu pernah diajar, saat ini sudah menjadi rekan sepelayanan. 😊

O ya, satu hal lagi.. Jangan keluar dari pelayanan karena ada masalah yang mau kita hindari dari tempat tersebut. Percayalah, tidak ada tempat yg sempurna, tidak ada manusia yg sempurna. Aku percaya saat kita belum lulus dari suatu ‘ujian’, kita masih mungkin akan diperhadapkan dengan masalah yg serupa ke manapun kita pindah sampai kita tidak kabur dan berhasil lulus mengatasi ujian tersebut.

Mungkin itu aja dulu sharing yg agak panjang ini.. Semoga memberkati semua yg membaca.. Tetap setia melayani Tuhan di manapun Tuhan menempatkan kita. Tuhan memberkati. 😊

31 Desember 2018

Refleksi Akhir Tahun 2018

Ternyata selama tahun 2018 belum pernah post apapun. kalau gitu biarlah ini menjadi postingan pertama dan terakhir di thn 2018. kurang afdol kalau dalam setahun ga memposting apapun. 😅 sebenarnya beberapa kali mau posting sesuatu, tapi terlalu malas memulainya, apalagi apps blogger udah ga update lagi. Berhubung ini hari terakhir di tahun 2018 dan tinggal kurang dari 1 jam lagi sudah berganti tahun yang baru, tulisan kali ini tentang refleksi setahun ini aja d.

Cukup banyak hal yang terjadi di tahun 2018. Ada suka, ada duka. Ada hal2 yang menyenangkan, ada juga hal2 yang membuat kesal, sedih, bahkan bikin galau. haha. Tahun 2018 nambah 1 ponakan cewe, jadinya sekarang ada 2 pasang: 2 cowo n 2 cewe. Yang agak bikin malesin ya kalau ada yang nanyain terus kapan nyusul, kapan kirim undangan, dan bla bla bla.. helloowww... daripada nanyain mulu, mending kenalin siapa gtu.. 😒 lumayan kan buat nambah temen juga. Mendengar pertanyaan2 itu dari yang sebel, sampai udah terserah d mau ngomong apa.. ak lebih percaya Tuhan akan kasih pada waktu yang terbaik menurutNya.

Balik lagi tentang tahun 2018. Ada beberapa pergumulan yang ak alami, khususnya tentang pelayanan. Mungkin ini akan ak tulis lebih lengkap dalam postingan yang berbeda (semoga ada niat untuk melanjutkan draft yang sudah pernah dibuat tapi belum selesai. hehe). Yang pasti ak bersyukur dengan setiap hal yang ak alami di thn 2018 ini. Ak belajar untuk lebih peka apa yang Tuhan mau lakukan dalam hidupku, belajar untuk tahu kehendak Tuhan, belajar mengenai karakter2 orang yang unik yang membuatku belajar untuk menerima mereka sebagaimana adanya mereka.

Tahun 2018 ini bersyukur juga ada kesempatan bisa pergi ke Labuan Bajo. tentang itu harusnya sih dibuat 1 postingan tersendiri ya, tapi agak malas nulisnya. hahaha. Rasanya dulu2 ga pernah terpikir untuk explore daerah2 di Indonesia, entah kenapa sekarang2 ini jadi pengen pergi2. We'll see tahun 2019 akan ke mana.. 😉

Tahun 2018 ini juga membuatku mengingat lagi betapa kita harus selalu berjaga2 krn tidak tahu kapan waktu dan saatNya kita pulang ke rumah Bapa. entah itu kapan Tuhan datang kedua kali, atau kapan Tuhan memanggil kita pulang duluan sebelum Dia datang. Ada banyak kejadian di thn ini dimana orang2 yang secara mendadak dipanggil pulang, termasuk orang2 yg terkena bencana alam. Kita cuma bisa selalu siap sedia kapanpun waktunya tiba.

Terakhir, pertanyaan untuk menutup tahun ini... Apakah sudah siap masuk ke tahun yang baru? Biarlah Tuhan selalu menyertai kita di sepanjang tahun 2019 nanti, biarlah kita juga boleh hidup semakin berkenan di hadapan Tuhan dan selalu melakukan kehendakNya. Imanuel. 😊

30 September 2015

Belajar dari Raja-Raja Israel - Yehuda (2)

Here we go again... kembali ke kisah raja-raja Israel dan Yehuda yang pernah saya bahas di tahun 2012 (dah 3 thn yah. hahaha. yg dulu bisa dibaca di sini).

Ada 1 hal yang ak perhatikan dari setiap kisah mereka.. apakah mereka hidup benar di hadapan Tuhan, apakah yg jahat berbalik kepada Tuhan, dan apakah mereka mengakhiri hidupnya dgn tetap hidup benar di hadapan Tuhan.

Beberapa bulan ini, renungan pagi di kantor membahas mengenai kisah raja2 Israel - Yehuda ini, makanya saya ingin membuka lagi post mengenai ini. Hari ini pembahasan terakhir, dan ada beberapa hal yang ak dapat:

1. Allah itu kasih dan penuh anugerah. Sejahat apapun manusia, Dia selalu terbuka untuk menerima kembali dan tetap memeliharanya. Allah tidak pernah melupakan umat-Nya. contohnya adalah Yoyakhin, dia tetap dipelihara Allah meskipun dalam pembuangan.
2. Setiap perbuatan yang dilakukan selalu ada konsekuensinya. Kalau dosa yang dilakukan, akan ada hukuman yang menanti. Orang yang tetap berbuat jahat meskipun tahu hal tersebut tidak disukai Tuhan, pasti akan menanggung akibatnya, akan merasakan hukumannya. contohnya adalah Zedekia, dia tetap berbuat jahat dan pada akhirnya dia melihat anak2nya dibunuh di depan matanya dan matanya sendiri dibuat buta.
3. Pertobatan memang penting, tapi pertobatan itu tidak mempengaruhi hukuman/konsekuensi yang harus diterima karena perbuatan jahat yang dilakukan. contohnya adalah saat Daud berbuat dosa dengan Batsyeba. dia bertobat dgn sungguh2, tapi tetap hukuman Tuhan harus terjadi atasnya, anak yang dilahirkan Batsyeba itu pada akhirnya meninggal.
4. Pertobatan juga bisa menghindarkan dari hukuman. contohnya adalah Yosia. saat itu karena bangsa Yehuda terus2an berbuat jahat, Tuhan sudah merancangkan hukuman. akan tetapi Yosia yg menyadari hukuman Tuhan, segera menyesal dan bertobat dengan sungguh2, dan akhirnya ia tidak mengalami hukuman Tuhan.

Kesimpulan terakhir yang ak ambil adalah: lebih baik kita terus hidup benar di hadapan Tuhan supaya kita tidak perlu mengalami hukuman Tuhan. kalau kita pernah berbuat jahat, bertobatlah supaya pada akhirnya kita mengakhiri hidup kita dengan hidup benar di hadapan Tuhan. tidak pernah ada kata terlambat karena kasih dan anugerah Tuhan selalu ada untuk setiap orang yang mau kembali kepada-Nya. :)

15 Juni 2014

Saat Keadaan Tidak Bertambah Baik

Banyak hal yg terjadi mungkin setahun - dua tahun belakangan ini dan dengan segala kejujuran, yang aku alami sendiri, ak merasa keadaan tidak menjadi lebih baik malah tambah kacau. :( sedih, kesal, marah... tapi ga bisa ngapa2in juga.. sedih karena banyak orang2 lama yg masih ingin melayani tapi terpaksa berhenti karena keadaan yang menekannya dan memang membuat tidak ada damai sejahtera.. kesal karena ada orang2 tertentu yang hanya bisa ngomong doank tapi ga bisa melakukan dan ga bisa menjadi contoh.. marah karena ada orang2 yg tidak mengerti keadaan lapangan tapi main menghakimi.. 
ak menulis ini bukan untuk menghakimi atau menjatuhkan orang tertentu, tp hanya menuliskan apa yang ak rasakan.. agak heran dengan kondisi pelayanan yang ada sekarang. orang2 lama yang masih ingin melayani dan memang melayani dengan segenap hati (seharusnya, krn klo ga mgk sudah lama keluar) malah 'diusir' keluar digantikan oleh orang2 baru yang beberapa diantaranya tidak memiliki kualitas yang bagus. suasana dah semakin ga enak, kadang malah jd ga ada damai sejahtera. keadaan yang dah ga sehat menurutku. semakin banyak orang yg kesal, sakit hati, dan ngomong di belakang. bukan karena tidak mau ngomong langsung, tp tidak bisa atau belum bisa atau malas. pengajaran2 'aneh' yang tidak sesuai dengan DNA gereja mulai diadopsi dan dianggap benar.. orang yang ga jelas latar belakangnya 'diidolakan' dan dijadikan contoh. semakin banyak yang aneh2... :(
keluar.. mencoba tempat lain.. klo nurutin keinginan dr dasar hati yang paling dalam, mungkin itu yang ingin banget ak lakukan.. tapi 1 hal yang selalu ak ingat yg dulu diajarkan oleh pembinaku: jangan pernah melihat manusia dalam melayani, karena kalau kita melihat manusia, kita pasti akan kecewa. papa jg selalu bilang: kita ini melayani Tuhan, bukan melayani manusia. kalau Tuhan belum suruh berhenti, jgn berhenti kecuali kalau diberhentikan oleh pemimpin. dan 1 hal lagi yang membuatku masih tetap bertahan di tengah 'kekacauan' yang ada saat ini hanya karena masih ada anak-anak yang harus dilayani di tempat dimana ak bertumbuh sampai jadi seperti sekarang ini. 
seringkali ku berpikir.. kapan semua ini akan berlalu... kapan kondisi seperti ini akan segera berakhir.. ak cuma bisa berdoa supaya semuanya segera berakhir dan supaya orang2 yg Tuhan ijinkan berada di bawahku bisa bertahan sampai masa kekacauan ini terlewati, dan yg pasti jangan sampai apa yg terjadi sekarang ini memberikan dampak yg buruk bagi anak2.. 

02 Mei 2014

Sudah siapkah?

Hal yang akan ak bahas kali ini sudah sangat familiar sekali, tapi entah kenapa kejadian2 yg ada bisa mengingatkan mengenai hal ini. Intinya adalah jaga hidupmu. buatlah keputusan yang tepat mengenai imanmu saat ini, jangan tunggu setelah tua nanti baru bertobat. Kenapa? karena kita ga pernah tau kapan Tuhan memanggil kita.

Hari minggu kemarin (hari ini hari Jumat) ak dikirimin foto seorang teman yang sudah resign dari kantor. Kondisinya sangat memprihatinkan, katanya kena kanker usus stadium 4. Sebenarnya kabarnya sudah ak dengar sejak sekitar setahun yang lalu, tapi setelah itu ak ga pernah dengar kabarnya lagi. dulu saat ak masih 1 kantor, dia orang yg perawakannya tinggi besar. tp kmarin ini saat ak dikirimin fotonya cukup bikin shocked. jadi kurus kecil bgt. >.< hari senin nya ak memberitahukan ttg hal itu ke beberapa org yg masih mengenal beliau dan mereka pada shocked jg. ternyata cerita itu ga sampai situ saja... malamnya ak dapat kabar he passed away.. RIP Pak George Marteyes. sedih dengernya, tp mungkin itu yg terbaik untuknya supaya dia tidak merasakan sakit lagi. :( kalau mengingat dulu, memang ga setiap apa yg dilakukannya disukai orang2, tapi i know he is a good guy.
1 kisah sedih baru menghampiri beberapa hari yang lalu.. ternyata belum selesai. tadi sore saat baru sampai rumah, cek recent update bbm, shocked baca update status 2 org teman sma. RIP kucai. ak ga pernah dekat sama dia, sejak lulus sma jg ga pernah ktemu lagi, tapi ak tau dia org yg baik dan humble. saat baca status itu bneran shocked. ga nyangka banget. dan katanya dia meninggal karena kecelakaan mobil di jalan tol.

so.. no one knows kapan dia akan dipanggil pulang dan dengan cara seperti apa. kalau memikirkan hal itu, kalau boleh memilih, nantinya ak ingin dipanggil pulang sama Tuhan dengan cara yg alami saja d.. ga sakit, bukan kecelakaan, bukan apapun. tapi point nya bukan di situ.. dengan kejadian2 yg tak terduga, berarti kita harus selalu siap kapanpun Tuhan akan memanggil kita.. kita ga akan pernah tau kapan Tuhan akan datang kembali, dan kita juga ga akan pernah bisa tau kapan Tuhan akan memanggil kita pulang. tugas kita hanyalah mempersiapkan diri.
Apakah engkau sudah siap jika bbrp saat lagi Tuhan memanggilmu pulang? atau sudah siapkah jika bbrp saat lagi Tuhan datang menjemput kita? renungkanlah itu...

Di antara 2 pilihan

Whoaaa... ternyata tahun 2014 ini saia belum pernah menorehkan sesuatu di blog ini.. >.<
yaah... efek sibuk jg sih pastinya. masuk semester 2, luar biasa sekali.. sebenarnya hrsnya sih lbh berat semester lalu, tp semester ini dosennya ksh nilainya lbh geje. -.-"

Oke.. kenapa akhirnya ak membuka blog ini lagi? karena ada 1 hal yg pengen ak share..
pernah ngga ngerasain dilemma atas sesuatu yang dgn keputusanmu itu dapat mempengaruhi hidupmu selanjutnya? 2 hari ini benar2 lagi dilemma. mungkin ada yg dah tau dan ada jg yg tidak tau. visiku ke depan, yg membuat ak memutuskan untuk mengambil s2 lagi, adalah karena ak ingin mendirikan sekolah sendiri. bbrp hr yg lalu ada saudara yg tiba2 menawarkan shella untuk jadi kepala sekolah di sekolah yg dia kelola untuk cabang barunya. tp berhubung shella sudah kerja dan kontrak, dia melemparkannya kpdku. Sepintas itu terlihat sebagai sebuah pintu yang Tuhan bukakan untuk langkahku menuju pencapaian visiku. tapi seperti biasa ak ga mau main memutuskan begtu saja. Banyak pertimbangannya dan berakhir pada 2 hal.. kalau aku terima itu, ak bisa belajar banyak sebagai persiapan, tapi jika dilihat di sisi lain, itu akan sedikit menghambat pemenuhan kebutuhanku saat ini. Jujur, ak pengen bgt ambil kesempatan itu. tapi ada bbrp org yg memintaku memikirkan lbh jauh lg. dan intinya mereka bilang kalau pengalaman itu memang penting, tapi jangan lupakan apa yang akan dihadapi sehari-hari, apakah itu bisa mencukupi kebutuhan atau tidak.
so... 2 hal itu benar2 membuatku dilemma. dan pada akhirnya setelah ak memutuskannya, ak cuma bisa berdoa semoga ak tidak membuat keputusan yang salah dan tetap percaya kalau memang Tuhan berkenan, nantinya Dia akan membuka jalanNya bagiku.

Berkaitan dengan kondisi di atas, saat sate tadi pagi (cukup heran bisa bangun jam 3 lalu langsung segar), tiba2 terlintas satu lagu "Tuhan Kaulah pengharapanku, kupercaya hanya kepada-Mu.." saat itu ak cuma bisa berdoa apapun keputusan yang ak buat, supaya ak yakin ak ga salah mengambil keputusan, ak minta damai sejahtera dan minta 1 konfirmasi lagi. dan pada akhirnya, mskp konfirmasi itu datangnya sore hari, tapi ak bisa merasakan damai sejahtera sepanjang hari ini. dan semoga memang keputusanku tidak salah dan Tuhan akan membukakan pintu-pintu yang lain saat aku memang siap untuk melangkah melewati pintu tersebut. thx God buat 1 proses pengambilan keputusan lagi yg Engkau ijinkan ak alami. :')

19 November 2013

Kepemimpinan Musa - Rela Berkorban

ga berasa dah sebulan sejak post terakhir dan akhirnya belum ada update lanjutannya. hahaha.tapi kali ini pun bukan update lanjutan.. hanya ingin membagi sesuatu yang sedang ak pikirkan dan pas dengan ayat yang ak baca kemarin.

"Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis." - Kel 32:32

Hm.. kalau tidak salah waktu kapan itu pernah ada yang bahas ayat ini, tapi ak lupa pas kotbah ato di doa pengerja atau doa apapun lah.. Kemarin ini pas baca cerita itu jadi keinget lagi.
Musa. Salah satu tokoh alkitab yang banyak diambil sebagai contoh jika berbicara mengenai pemimpin. Kalau mau cari buku yang bahas tentang kepemimpinan Musa pasti ada, tapi jangan tanya sekarang yah, harus cari dulu. pernah lihat tp ga inget. hehehe.
balik lagi.. kalau baca 1 pasal di keluaran 32 itu, ceritanya sebenarnya tentang bangsa Israel yang karena ditinggal Musa naik ke gunung Sinai ketemu Tuhan kelamaan ga balik-balik jadi mereka minta sama Harun untuk buatin allah buat mereka. akhirnya dibuatlah anak lembu emas. setelah itu Tuhan suruh Musa turun dan singkat cerita Tuhan bilang sama Musa kalau Dia mau membinasakan bangsa Israel.
Nah, setelah itu barulah kutipan ayat di atas muncul. Musa berperan sebagai pemimpin mencoba melunakkan hati Tuhan supaya tidak membinasakan bangsa Israel.
Satu hal yang ak dapat, Musa tahu kalau bangsanya salah di hadapan Tuhan, tapi sebagai pemimpin dia tidak lari dari tanggung jawab dan menyalahkan bangsanya. di hadapan Tuhan. Musa berdiri membela bangsanya, sampai-sampai taruhannya adalah minta namanya saja yang dihapus dari kitabNya Tuhan kalau Tuhan tidak mau mengampuni dosa mereka. Benar-benar sikap seorang pemimpin yang rela mengorbankan nyawanya. Jadi ingat tentang cerita gembala yang baik vs gembala upahan (kalau tidak salah di Yoh 10).

Ak sempat share sama seorang teman tentang apa yang ak dapat di atas. Dan balasan yang ak terima cukup mengejutkan, tidak terpikirkan sama sekali dan membuat ak merenungkan hal tersebut dan jadi berpikir..
Temanku bilang seperti ini: "memang yah if nations failed, yang harus disalahkan pemimpinnya. tapi tidak semua orang punya that kind of humility. If a ministry didn't work well, can you stand as a leaders and said it's my faults?" dan lalu dia bertanya "siapkah kamu di posisi itu?"
leaders (siapapun yang sudah dipercayakan sebagai pemimpin), apa yang akan kalian jawab untuk pertanyaan itu? apakah kalian siap jika ada di posisi itu?
menurutku itu pertanyaan yang susah untuk dijawab tapi situasi seperti itu mungkin saja datang. jawabanku adalah siap ga siap harus siap. resiko jadi seorang pemimpin. saat kita ada di posisi seperti itu, rasanya tidak mungkin kita salahin orang yang di bawah kita karena yang akan dilihat oleh pemimpin kita bukan mereka tapi kita sebagai pemimpinnya. ujung-ujungnya balik lagi masalah pertanggung jawaban kita kepada pemimpin atas orang yg dipercayakan kepada kita.

terakhir, ada sebuah quote yang bagus untuk direnungkan:
    At the end, it's not about who, when, where, or how many people that you lead, but HOW you lead.


20 Desember 2012

Belajar dari Raja-Raja Israel - Yehuda (1)

Kali ini mau sedikit share aja tentang pemikiranku saat membaca kisah raja-raja Israel dan Yehuda.
Baca tentang kisah perjalanan bangsa Israel di kitab 1-2 Samuel, 1-2 Raja2 dan 1-2 Tawarikh jadi ada cukup banyak hal yang ak renungkan dan dapatkan..

1. Sikap bangsa Israel itu dari jaman Musa membawa mereka keluar dari Mesir sampai mereka dipimpin oleh raja2 sama yaa.. kalau bahasa yang di Alkitab bilang sih tegar tengkuk.. atau bisa dibilang sebentar percaya dan mengandalkan Tuhan, tapi setelah itu bisa langsung ga ingat dan malah marah2 sama Tuhan.
Satu hal yang ak doakan setiap membaca tentang sikap bangsa Israel itu adalah supaya ak ga jd sperti mereka tapi ak boleh tetap menaruh kepercayaanku sepenuhnya kepada Tuhan.

2. Sikap seorang pemimpin sangat mempengaruhi sikap orang2 yang dipimpinnya. Contohnya banyak.. di Alkitab di setiap cerita tentang raja2 yg hidup jahat di mata Tuhan, pasti ada tulisannya kalau raja tersebut membuat orang Israel berdosa pula. demikian juga sebaliknya, saat seorang raja berbalik kepada Tuhan atau hidup benar di hadapan Tuhan, maka raja tersebut akan membuat rakyatnya untuk kembali kepada Tuhan.

3. Saat sebuah kelompok bersepakat untuk bersatu, maka ga akan bisa dipecah-belahkan oleh apapun. tapi itu semua juga akan tergantung dari sikap pemimpin yang ada di dalam kelompok tersebut. Saat bangsa Israel dipimpin oleh Daud yang hidup benar di hadapan Tuhan dan mengerti bagaimana harus memimpin bangsanya, bisa dibilang bangsa Israel bisa bersatu.. tapi saat Rehabeam tidak hidup benar di hadapan Tuhan dan mengambil keputusan yang malah membuat rakyat marah, saat itu sebagian besar rakyatnya  meninggalkan dia dan terjadi pemberontakan.

(to be continue.... )

12 Oktober 2012

Mujizat Masih Ada - #PrayforJosh

Masih ingat ceritaku di awal tahun tentang Josh, anak sekolah mingguku yang divonis mengidap leukimia tipe AML M2? kalau ada yg belum tau atau mungkin lupa, mungkin bisa membacanya di sini. Sekarang ak akan sedikit melanjutkan ceritanya..
Jadi setelah sekian bulan dilalui, sampailah sekitar bulan mei/juni kemarin Josh sudah selesai menjalankan kemoterapi. ada masa2 dimana keadaan josh lemah sekali, tp semua bisa lihat bahwa penyertaan Tuhan sempurna atas Josh. semua kemoterapi bisa dilalui, dan akhirnya tiba saatnya test sumsum tulang belakang utk mengetahui apakah masih ada sel kanker yg hidup di dalam darah Josh.
Bulan juli tiba dan akhirnya kami terima kabar tentang hasil test sumsum tulang belakang Josh. Josh dinyatakan sembuh total, tidak adal lagi sel kanker di dalam tubuh Josh. Praise God! semua bersukacita mendengar kabar itu, dan kabar tersebut menurut kami jd kado terbaik di ulang tahun Josh di bulan juli itu. :)
Bulan agustus minggu ke-4, mama Josh memberikan kesaksian kesembuhan anaknya di ibadah ke-3.

Akhir september kemarin, di hari sabtu tiba-tiba ak dpt sms dr mama Josh yg minta dukungan doa krn Josh kambuh dan besoknya akan masuk RS lagi. weew.. sms itu membuatku cukup kaget. Besoknya sebelum Josh ke RS, Josh diajak ke sekolah minggu dulu untuk didoakan oleh kk2 sekolah minggu. Josh ke RS untuk test sumsum tulang belakang lagi, untuk tau apakah benar sel kanker muncul lg di tubuh Josh.
Beberapa hari yang lalu, mama Josh kasih kabar lagi kalau hasil test dari Dharmais mengatakan Josh positif kena tipe yang sama spt yg sebelumnya. kalau hasil dari singapore belum keluar sampai saat ini. Saat ini Josh sedang menjalani kemoterapi lagi sambil nunggu hasil dari singapore, apakah cukup melalui kemoterapi saja, atau Josh perlu melakukan transplantasi. Tapi yg pasti kalau transplantasi, biayanya sangaaatt besar sekali.

Kalau melihat cerita Josh, mungkin sebagian ada yg berpikir, kok bisa? sy sendiri jg ga mengerti kenapa hal seperti itu bisa terjadi. ga ngerti jg dr sisi kedokterannya gmn ceritanya bisa kambuh lagi padahal sudah dinyatakan positif tidak ada sel kanker lg. Ak cuma bisa berdoa semoga keluarganya, terutama orang tuanya bisa tabah menghadapi semua ini dan tidak malah jd mempertanyakan Tuhan.
Ak sendiri sempat bertanya kepada Tuhan, kenapa bisa kambuh lagi, padahal mama Josh dah sampai berbicara di atas mimbar memberikan kesaksian bahwa anaknya telah Tuhan sembuhkan. sekarang, kenapa kambuh lagi? Tapi saat ak berpikir spt itu, ak diingatkan cerita ttg Lazarus dibangkitkan. Saat itu Yesus menunda kepergiannya menjenguk Lazarus padahal sudah ada yg memberitahukan kalau Lazarus sakit. Mungkin ada orang-orang yang mengatakan itu adalah kegagalan Yesus, krn Marta dan Maria pun mengatakan bahwa kalau saja Yesus datang lbh cepat, Lazarus pasti tidak akan meninggal. Tapi apakah benar itu kegagalan Yesus? sudah pasti TIDAK. kenapa? karena Dia ingin murid-muridNya belajar percaya dan melihat kemuliaan Allah dinyatakan.
Kembali ke Josh.. saat ini mungkin kita ga tau apa rencana Tuhan dalam keluarga Josh, tapi ak sangat percaya bahwa Tuhan ga pernah sekalipun meninggalkan Josh, sudah terbukti dari Josh berhasil melalui 5 kemo pertamanya. Saat ini yg bisa dilakukan cuma tetap berdoa supaya Tuhan tunjukkan jalan yang terbaik buat Josh. Percaya bahwa segala sesuatu yg Tuhan ijinkan terjadi ini semuanya ada dalam rencanaNya untuk mendatangkan kebaikan buat Josh dan keluarganya, dan yg pasti supaya nama Tuhan terus dipermuliakan. Dan yg pasti semoga Josh tidak perlu menjalani transplantasi yg memakan biaya yg sangat besar itu, krn masalah dlm keluarganya yg sy tau saat ini adalah semuanya berkaitan di biaya yg dibutuhkan (kalau ada yg membaca ini dan terbeban untuk memberikan bantuan untuk Josh, bisa hubungi sy melalui komen atau email sy di michaellin.p@gmail.com ya.. sebesar apapun yg bisa kita berikan kalau kita terbeban, itu akan sangat membantu keluarga Josh yg masih hrs menanggung biaya untuk kemoterapi yg memang tidak sedikit jg. - fyi saat ini josh sedang menjalankan kemo di RS PIK).

Mungkin saat ini belum terlihat apa rencana Tuhan dalam hidup Josh atau untuk keluarganya, tapi ak terlalu percaya kalau penyertaan Tuhan itu sangat sempurna. Pencobaan yg kita alami ga akan pernah melebihi kekuatan kita. Kalau Tuhan ijinkan hal ini terjadi dalam keluarga Josh, berarti Tuhan percaya bahwa keluarga Josh pasti sanggup melalui ini smua. dan satu hal lagi, ak terlalu percaya juga kalau kesembuhan yg Tuhan berikan pasti sempurna, karena Tuhan ga pernah setengah-setengah kalau menolong. Gbu :)

11 September 2012

Baca Kitab Suci, Doa Tiap Hari

Dari kapan itu sebenarnya mau tulis sesuatu di blog ini.. tapi entah kenapa setiap dah di dpn laptop utk mulai menulis, langsung ga inget apa yg mau ditulis. -.-" jadi sekarang bahas hal yg berbeda saja.. nanti kalau inget baru ditulis lagi d..

Belakangan ini yg lagi sering ak tekankan ke teman2 di Little Kings GM adalah apa yg pak Niko tekankan juga waktu doa pengerja awal bulan ini. Dan itu adalah tentang baca alkitab. Ingat lagu sekolah minggu yg tentang baca alkitab? seperti ini lirik lagunya..
Baca kitab suci, doa tiap hari
(muji tiap hari, nyembah tiap hari)
Baca kitab suci, doa tiap hari
kalau mau tumbuh
Jadi sebenarnya ya dari anak2 kecil yg ikut sekolah minggu/yg pernah dengar lagu ini pun sudah diajarkan melalui pujian ini bahwa kalau mau bertumbuh di dalam Tuhan, kuncinya ya baca kitab suci (alkitab) dan doa tiap hari. Pertanyaannya mungkin 'kenapa harus baca tiap hari?' sekarang begini.. Alkitab itu sebenarnya apa sih? :) Alkitab itu adalah Firman Tuhan, atau biasa banyak yg  menyebutnya juga sebagai 'surat cinta-Nya Tuhan'. saya cukup setuju dengan sebutan yg terakhir itu. Surat Cinta-Nya Tuhan. :) Jadi sebenarnya isi Alkitab ya apa yang mau Tuhan sampaikan ke anak2-Nya. makanya kalau kita mau tahu apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan ya harus baca Alkitab.. 
Yang cukup menyedihkan buatku adalah saat ak tau bahwa teman2, adik2 yg sudah lama ikut Tuhan, bahkan sudah pelayanan sekian lama (lbh dr 5 thn), mrk belum pernah selesai baca Alkitab satu kali pun. heeyyyy... kemana aja selama ini..??? :( kalau mungkin yg membaca blog ini sama spt itu.. ak cuma mau bilang, bertobat!! bacalah Alkitabmu sampai selesai!
Alasan yg ak dengar hampir sama smua.. malas saat baca bagian Imamat-Bilangan-Ulangan.. Yeah.. ak juga mengakui itu sih.. tapi ya tetap harus dibaca dunk... *huff* jangan cuma karena isinya dianggap membosankan dan tidak bisa dimengerti lantas dilewatin begtu saja.. masa' baca alkitab pilih2.. baca pelajaran sekolah/kuliah klo mo ujian aja ga bisa pilih2.. -.-" ngerti ga ngerti yg penting harus baca setiap hari.
Lalu apa gunanya baca Alkitab? banyak loh.. saat lagi down, lg sedih, lg banyak masalah, Tuhan bisa kuatkan dengan ayat yg pernah kita baca. atau saat kita mulai ke luar dari jalurNya Tuhan, Tuhan bisa menegor dan mengingatkan kita melalui itu jg.. ak sendiri cukup sering diingatkan dengan ayat2 yg pernah ak baca, meskipun kadang ga inget itu ayat ada di kitab mana.. :) dan yang pasti dan luar biasa.. meskipun baca cerita/ayat yg sama berulang kali, kadang apa yg kita dapat bisa beda dan bisa sesuai dengan apa yg sedang kita alami saat kita baca itu..
so, yg dah  males2an baca alkitab, yg blm pernah selesaiin baca 1 alkitab.. yuks mulai bertobat. ak ga bilang ak dah hebat krn ak sendiri kadang suka malas baca apalagi klo lagi terlalu cape. tp ak belajar untuk komitmen mau secape apapun tetap harus baca alkitab. dan prinsip ak yg ak dpt dr salah satu kk pembinaku dulu: No Bible No Breakfast, atau dengan kata lain.. sebelum sarapan (sebelum memulai hari) harus baca alkitab dulu. :)

20 Juli 2012

Dalam penantianku

Ga tau kenapa tiba2 pengen buat postingan ini.. ya sebenarnya sih ini awalnya digabung dgn postingan sebelum ini, tp tiba2 kepikiran untuk menjadikannya 1 topik sendiri. hehehe. 
Kemarin, diantara berbagai macam doa untukku, yg paling ak aminkan adalah yg ttg pasangan hidup. hahahahaha. ya selain ttg keinginan ak utk buka usaha sdr sih pastinya. hehe. sampai kmrn ada 1 sahabatku yg bilang hidup lu dah enak, smuanya dah ada, cuma tinggal kurang 1 itu. hahaha. yeah.. menurutku juga seperti itu sih.. tp klo memang blm wktNya Tuhan yaudah lah ya.. just enjoy my life sambil mengerjakan apa yg Tuhan percayakan padaku di tahun perkenanan Tuhan ini krn memang sampai tengah tahun ini ak benar2 berasa penyertaan dan perkenanan Tuhan dalam hidupku itu luar biasa bgt. sampai kmrn ada jg yg bilang statusku akhir2 ini kyknya byk ngomong ttg God's favor in my life.. ya memang benar, krn ak benar2 mengalami itu.. dan masih ada stengah thn lg yg akan ak lewati.. I'm waiting for another God's favor in my life. :)
back to the topic, ttg pasangan hidup.. still waiting for the right man in my life. :) ak ga terlalu mempermasalahkan itu, krn ak bner2 ga mau salah pilih. mau bner2 nunggu org yg tepat yg Tuhan kasih aja d.. apalagi klo denger cerita ada yg dah ikut bpn n pemberkatan di greja, tp ternyata suaminya bisa gtu aja kabur ninggalin istrinya trus nikah sama org lain.. ak ga mau ngalamin yg kyk gtu.. >.< jd yasudah lah ya..ak percaya Tuhan pasti akan pertemukan di saat yg tepat. dan sampai saat itu tiba, ak percaya Tuhan yg akan bentuk dan persiapkan kami sampai kami memang siap dipertemukan. :)
yah bukannya ga ada yg sedang didoakan sih.. tp belakangan ini ak belajar untuk benar2 berserah aja sama Tuhan dan ga mau memaksakan kehendakku. drpd salah pilih kaann... penyesalan seumur hidup ituu.. :)
yg tau ceritanya, ada yg bilang, udah lupain aja, cari yg lain.. ya masalahnya klo lom ada yg lain gmn? hahaha. bukannya tak mau buka hati juga, tp klo memang lom ada yg tepat ya gimanaa... just enjoy it aja d. hihihi.. cape emank, tp sapa tau memang org itu yg Tuhan siapkan utkku.. :p ya klo memang dia, doaku cuma supaya dia juga dpt hal yg sama n dia yg memulai duluan.. spt kt bbrp org yg bilang.. kita cewe, jgn kita yg susah2 n cape berusaha mendapatkan cowo.. jgn kita yg kejar, krn memang hrsnya kita yg dikejar. okeh. i like that statement. hahaha.
nah buat cowo2 yg baca ini.. mungkin bisa jd masukan jg buat kalian.. sepasif apapun kalian dan seagresif apapun cewe, cewe tetap lebih suka cowo yg memulainya duluan. jgn sampai menyesal kemudian kalau cewe itu diambil org. hahahaha.. *gaya bner omongan saia* :p

tp yg pasti sudah banyak bukti org2 di sekitarku yg mskp usianya cukup jauh di atasku, tp pada akhirnya Tuhan jg pertemukan mereka dgn org yg terbaik utk mereka di saat yg tepat.
so, ak cuma mau enjoy my life as a single. masih byk hal yg bisa kukerjakan hanya saat dlm kondisi msh single. :) don't worry, just be happy! maximize my capacity in my singleness.. :) ya tp tetep sih, klo boleh minta sama Tuhan, jgn lama2 yaa Tuhan.. hahahaha. ^.^

03 Mei 2012

Tukang Sampah dan Makanan Kadaluarsa

Tadi si mbak cerita tentang tukang sampah yang biasa angkut sampah di rumah.. Jadi ceritanya tu kemarin ini si fei (sepupuku) baru inget lagi untuk liat makanan-makanan dari parcel atau dr manapun ada yg dah kadaluarsa atau mendekati kadaluarsa atau tidak. Dan akhirnya cukup banyak d tu makanan-makanan yg lama ga tersentuh tp ternyata akhirnya dah kadaluarsa, seperti kacang 2 kelinci, trus ada coklat eclairs (sayang sih sbnrnya), trus klo ga salah ada green sands, dan entah makanan apa lagi d.. nah yg kacang itu si mbak n mama dah coba katanya dah melempem n agak tengik (ya iya lah, secara emank dah kadaluarsa gtu), tp yg coklat ktnya sih masih enak.. Akhirnya tu makanan n minuman dikumpulin jadi 1 dan siap dibuang. Pemisahan itu terjadi 2 malam yg lalu. Krn si mbak baru cerita malam ini, berarti kemarin ga ada kejadian apa-apa.
Jadi ceritanya gini.. si mbak bilang tadi siang tau-tau tukang sampah manggil teriak-teriak. Nah si mbak dah takut aja kenapa2 tu tukang sampah, sakit perut atau kenapa gtu (ya tau sama tau lah ya, klo ada makanan yg terlihat masih bagus biasanya orang akan sayang kalau langsung dibuang begtu saja). Jadi ternyata makanan2 n minuman yg dah kadaluarsa itu diambil n dibawa pulang sama si tukang sampah (padahal si mbak dah kasih tau itu makanan dah lama n mau dibuang aja). Pas tukang sampah teriak2 manggil dikira keluarganya sakit perut atau kenapa gtu dunk.. Eh tapi ternyata bukan karena itu.. Si tukang sampah bilang makanannya enak (termasuk coklat eclairsnya), bir (green sand) nya juga segeerrr, trus kacangnya juga enak.. si mbak malah jd bingung.. sampe si mbak tanya lagi, mba: kacangnya ga tengik? | TS: ngga kok, masih renyah. (si mbak bingung krn kmrn ini dia n mama cobain tu kacang n ternyata dah mlempem n tengik). mba: ga ada yg sakit perut? | TS: ngga. enak smua makanannya. keluarga sy seneng.
Wew.. denger cerita si mba, ga tau kenapa tiba2 langsung kepikiran.. Tuhan Yesus kan bisa merubah air jadi anggur, aku percaya klo Tuhan juga bisa merubah makanan yg dah kadaluarsa itu jadi makanan yg beneran enak buat keluarga si tukang sampah. aku cuma sautin si mbak 'emang rezekinya si tukang sampah d tu..'. tp ak percaya, klo bukan karena Tuhan Yesus, siapa lagi coba yg bisa bikin kacang yg dah dicobain dah mlempem n tengik, pas mrk makan ktnya masih renyah dan enak, ga tengik sama skali. Yah, apapun yg Tuhan kerjakan itu, pada akhirnya Tuhan buat kami bisa jadi berkat buat keluarga tukang sampah itu.. thx God. =)

29 April 2012

Belajar Menjadi Pemimpin Yang Lebih Baik

Baru abis baca postingan2 terdahulu.. beberapa tahun yg lalu, dan ternyata aku menemukan sebuah postingan yg menarik, saat aku baru sekitar 2 bulan menjadi seorang pemimpin...
Jadi di postingan itu, aku menuliskan tentang hal-hal yg aku pelajari selama 2 bulan setelah Tuhan pilih aku untuk menjadi seorang pemimpin. Berikut adalah hal-hal tersebut.

- seorang pemimpin harus bisa menjadi penengah dan tidak berpihak ke sisi mana pun (klo ada).
- seorang pemimpin terkadang harus meninggalkan egonya utk kepentingan bersama.
- seorang pemimpin harus berani utk membela anak buahnya terhadap pemimpin di atasnya jika itu memang benar.
- seorang pemimpin harus mau berubah menjadi lebih baik.
- seorang pemimpin harus menjadi teladan.
- seorang pemimpin dituntut utk menjadi bijaksana n dpt memberikan keputusan yg terbaik utk semua..

Saat ini, berarti sudah 2 tahun lewat (hampir 3 tahun) dari saat itu, ternyata aku masih tetap dalam tahap BELAJAR menjadi seorang pemimpin yg baik.. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak hal yg aku pelajari, dan aku percaya saat ini aku sudah menjadi pemimpin yg lebih baik dr saat itu. Di sini aku mau nambahin beberapa hal lagi yg aku pelajari dalam 2 tahun ini.. 

- seorang pemimpin harus bersedia untuk ditegur dan/atau menerima kritik/masukan baik dr pemimpin di atasnya ataupun dr org yg dipimpin. Istilah lainnya harus RENDAH HATI.
- seorang pemimpin harus mau terus belajar.
- seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk memimpin, tetapi juga harus punya kemampuan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang yg dipimpinnya.
- seorang pemimpin harus berani menegur jika ada seseorang yg berlaku salah. tapi ingat, tegurlah dengan KASIH, bukan dengan sikap yg arogan.
- seorang pemimpin harus berani meminta maaf jika melakukan kesalahan. (pemimpin itu masih manusia, masih bisa salah, tp klo salah ya harus berani minta maaf).
- seorang  pemimpin harus bisa mendelegasikan tugas dengan baik ke orang-orang yg dipimpinnya dan harus belajar berani mempercayakan sesuatu kepada mereka.
- seorang pemimpin harus bisa menghargai apa yang telah dicapai/dilakukan oleh orang-orang yg dipimpinnya.
- seorang pemimpin tidak boleh menghakimi tanpa alasan yg jelas dan tidak boleh memojokkan seseorang dengan 'merendahkan diri'nya tapi dgn maksud membuat org tersebut merasa bersalah. 
- seorang pemimpin harus bisa menempatkan diri dengan benar, kapan harus bersikap tegas sebagai pemimpin, kapan harus bisa menjadi teman/sahabat bagi orang yang dipimpinnya. 
- seorang pemimpin tidak bisa/tidak boleh mengharapkan supaya orang yg dipimpinnya menjadi sama persis dengan dirinya. Tidak boleh berpikir bahwa kalau saya bisa, dia harus bisa juga. ingat, setiap orang punya kemampuan dan karakter yang berbeda. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang harus dapat diterima oleh pemimpin. 
- seorang pemimpin harus mau keluar dari zona nyaman.
- seorang pemimpin harus mau menyediakan waktu untuk berdoa bagi orang-orang yg dipimpinnya. :)

Dan satu hal lagi.. Pemimpin harus menciptakan/mempersiapkan pemimpin-pemimpin baru.. Kenapa? karena ke depannya belum tentu kita akan terus berada pada posisi tersebut, bisa karena berbagai macam hal dan kalau saat itu tiba, kita sudah siap menyerahkan tongkat estafet itu ke tangan pemimpin selanjutnya.

Maaf kalau mungkin ada yg berpikir aku belum menjadi seorang pemimpin seperti di point-point yg aku sebutkan di atas. Meskipun sudah hampir 3 tahun aku menjadi pemimpin, aku masih tetap dalam proses belajar untuk menjadi seorang pemimpin yg lebih baik lagi.. Dan aku tahu, untuk dapat menjadi semakin lebih baik lagi hanyalah dengan selalu mengandalkan Tuhan dan yg pasti dengan mendapatkan dukungan dari orang-orang yg dipimpinnya. :)

16 Agustus 2011

Untukmu, Sahabat.. =)

Tulisan kali ini aku buat untuk seseorang yg kuanggap sebagai sahabat (meskipun sudah lama tak bertemu tp ak merasanya spt itu) yang akan segera kembali ke tanah air tercinta. :)

"Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu."

Itu sepenggal ayat dari amsal yg kubaca pagi ini. kalau kau membaca amsal setiap hari sesuai tanggal, pasti kau akan menemukan ayat yg sama. :D saat membaca ayat ini, aku teringat akan dirimu, ya mgk ada efek setelah semalam kulihat video itu di fb sih.. hehe.

Intinya sih, aku cuma mau bilang, JANGAN TAKUT untuk melangkah.. Mungkin kamu belum tahu apa yang Tuhan rencanakan untukmu di sini, tapi percayalah, kalau ini adalah jalan yang Dia tunjukkan kepadamu, Dia punya rencana yang besar untukmu di sini dan akan selalu menuntunmu dan berjalan bersamamu.. =)
Keadaan di sini tidak semenakutkan yang kau bayangkan kok, buktinya sudah ada bbrp org temanku yang kembali setelah bersekolah dan bahkan ada yg dah bekerja jg di negri orang, di sini sekarang mrk berhasil membangun usaha mereka dengan modal apa yg mrk dapatkan di perantauan itu.. hehe.

Selamat kembali ke tanah air tercinta dan mari kita membangun negri ini.. ^^

22 Juli 2011

Tanah Liat

"saat berada dalam tangan Tuhan, Anda menjadi butiran pasir yg indah yg menghiasi tepi pantai. Anda menjadi tanah liat yg dibentuk menjadi perabot yg mahal. Dan dr sebongkah batu, Anda dibuat menjadi intan dan permata yg berharga."

Itu kutipan kata2 yg ak baca di renungan kemarin. dan dari situ ak langsung memikirkan kalimat yg tentang tanah liat dibentuk jd perabot yg mahal. Mungkin dah banyak yg dengar ttg kita adalah tanah liat dan Tuhan lah penjunan, yg membentuk tanah liat itu. bahkan ada lagunya jg kan.. "Engkau penjunan ku tanah liat, bentuk jadikan ini doaku.." "bagaikan bejana siap dibentuk, inilah hidupku di tanganMu.." Ga tau kenapa kmrn ak diingatkan ttg hal tersebut.. nah, mari sebentar ak ajak kita merenungkannya..
Bayangkan sebuah tanah liat di tangan seorang penjunan.. kalau dalam bayangan ak, ada seseorang yg duduk memegang tanah liat dan di hadapannya ada sebuah entah mesin atau apa itu yg bisa berputar untuk membentuk tanah liat itu. mungkin sebagai tanah liat kita ga bisa ngmg kita mau dibentuk jadi apa.. dan memang semuanya kembali lg terserah si penjunan akan membentuknya jadi apa. Cuma yg ak tangkap di sini adalah tanah liat jg ambil bagian akan jd apa dia dibentuknya. kalau tanah liat itu keras, otomatis akan susah dibentuk.. demikian jg dengan hati kita.. sbg 'tanah liat', apakah kita sudah memiliki hati yg mau dibentuk? apakah kita sudah melembutkan hati kita supaya Sang Penjunan bisa dgn mudah membentuk kita?
yang harus kita ingat adalah.. memang Sang Penjunan yg akan membentuk tanah liat itu, tapi hasil akhir juga ditentukan oleh si tanah liat.. dan jika sudah menjadi suatu benda, tinggal dilihat saja apakah benda tersebut menjadi benda yg berharga, atau yg hanya dilihat sebentar oleh org lalu ditinggalkan begtu saja, atau bahkan hanya untuk dibuang dan diinjak org dan itu berarti jd tidak ada harganya sama sekali.
Sekarang pertanyaannya adalah.. hasil akhir seperti apakah yg kita inginkan saat Tuhan membentuk kita? Jangan pernah mengeraskan hati kita dan serahkanlah semuanya kepada Tuhan. percayalah saat kita tidak mengeraskan hati kita untuk dibentuk, Tuhan dapat membuat kita menjadi seperti benda yg sangat berharga. saat proses pembentukan mgk memang ada sakitnya, tp jangan fokus pada 'kesakitan' itu, tp ingatlah setiap proses yg kita lalui itu utk membentuk kita menjadi pribadi yg mahal harganya..

Tuhan memberkati. =)

29 Mei 2011

Mengucap Syukur

Minggu lalu aku ikut workshop skolah minggu.. salah 1 pembicaranya saat acaranya masih digabung sama yg youth n dewasa muda ada yg sempat membagikan ttg berbagai macam doa, salah satunya adalah doa mengucap syukur.. pembicara tsb kesaksian ttg seseorang yg mau cuti pelayanan tp ga mau bilang alasannya. dan cara yg Tuhan kasih melalui hikmat ke pembicara ini adalah suruh org tersebut mengucap syukur. pertamanya sih biasa aja, tp pas disuruh berulang kli, jd kyk berat bgt n akhirnya ketauan kalau org tersebut kecewa sama Tuhan.
Hm.. dari situ aku langsung berpikir, sbnrnya kita memang punya pilihan itu, pilihan utk kecewa sama Tuhan.. tp balik lagi apakah kita mau memilihnya. Sebenarnya ya, kalau kita coba liat kembali ke kehidupan kita sehari-hari.. bukankah banyak hal yang bisa kita syukuri?
kita bisa bangun pagi, bisa makan dgn layak, bisa jalan, bahkan bisa bernafas.. bukankah itu smua hal yg bisa kita syukuri? coba lihat org2 yg di rumah sakit, di pinggir2 jalan.. bukankah kita lbh beruntung dr mereka? so, hrsnya ga ada alasan kita utk kecewa sama Tuhan bukan? satu hal yg selalu saya ingat sebelum memutuskan untuk kecewa sama Tuhan, rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik untukku. mungkin memang tidak sesuai dgn apa yg kita harapkan, tp rancanganNya selalu yg terbaik. =)

Hal yang aku syukuri belakangan ini adalah saat aku benar2 menyadari aku hidup di jaman kasih karunia.. Pernah bayangin ga sih seandainya kita hidup di jamannya Tuhan Yesus? atau malah sebelum jamannya Tuhan Yesus.. selama setidaknya seminggu kemarin bacaan saat teduh ku adalah dari kitab Yohanes. saat baca itu pasal demi pasal, aku benar2 bersyukur aku hidup di jaman kasih karunia. kenapa? aku membayangkan jika aku hidup di saat Yesus hidup itu, apakah aku bisa percaya kepadaNya? klo baca di kitab Yohanes sih perkataan2 Yesus bner2 cukup keras ya.. dan aku yg kadang cukup memikirkan segala sesuatunya secara logika, jangan2 bisa jd aku ikut2an ga percaya sama Dia.. atau bahkan jgn2 bisa jd org yg menentang Dia.. :( klo membayangkan hal tersebut rasanya jd benar2 bersyukur hidup di masa kini dan bisa benar2 percaya kpdNya.. thx God.. =)

so, tulisan yg agak ga jelas juntrungannya kli ini intinya cuma 1 sih.. MENGUCAP SYUKURLAH DALAM SEGALA HAL. saat mulai kecewa, kembali ingat2lah segala sesuatu dr yg terkecil sekalipun yg dah Tuhan kasih selama kita hidup dr kita kecil.. dan saat melakukan itu, rasanya ga mungkin kalau kita ga pernah merasakan kebaikan Tuhan dan itu artinya, rasanya ga mungkin juga ada alasan untuk kita ga bisa mengucap syukur kepada-Nya.. Tuhan memberkati.. ^^