27 Desember 2021
Imanuel
15 Oktober 2021
Janji Tuhan Ya dan Amin
Pernah dijanjikan sesuatu oleh seseorang? Aku rasa hampir semua orang pernah ya. Lalu pertanyaan selanjutnya, percaya ga kalau orang yg berjanji itu akan menepati janjinya? Hmm.. Kalau itu mungkin tunggu dulu ya. Kalau orangnya kita kenal baik mungkin kita akan langsung percaya, tapi kalau kita ga kenal mungkin kita hanya anggap angin lalu aja janjinya.
Bagaimana dengan janji Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita percaya itu akan terjadi? Pernahkah kita meragukannya? Jujur, terkadang karena janji Tuhan itu tak kunjung terjadi dalam hidup kita, kita jadi merasa ragu apakah janji itu akan beneran terjadi. Mungkin kita akan terus bertanya-tanya, kapan sih Tuhan akan menepati janjiNya dalam hidupku? Apakah benar itu janji Tuhan untukku? Kenapa sampai sekarang aku belum mengalaminya?
Sebagai manusia rasanya itu hal yang wajar ya. Tapi satu hal yg perlu kita pegang terus adalah janji Tuhan itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya. Tuhan tidak pernah berbohong. Kalau Tuhan berjanji pasti akan Dia tepati. Tinggal bagaimana sikap kita dalam menantikan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.
Kalau kita lihat di Alkitab, cukup banyak ya contoh tokoh-tokoh Alkitab yg menantikan janji Tuhan dalam waktu yg cukup lama. Ada Abraham, Yusuf, Daud, dll. Abraham membutuhkan waktu 25 tahun sejak dia menerima janji Tuhan bahwa dia akan memiliki keturunan sebanyak bintang di langit sampai akhirnya Ishak dilahirkan. Yusuf menunggu sekitar 13 tahun sejak dia menerima janji Tuhan melalui mimpi bahwa saudara-saudaranya akan menyembah dia sampai akhirnya dia menjadi penguasa di Mesir. Daud menunggu sekian lama juga sejak dia diurapi menjadi raja sampai akhirnya dia beneran jadi raja. Dan semuanya melalui proses yg tidak mudah.
Yusuf dari seorang anak kesayangan ayahnya akhirnya dijual oleh saudara-saudaranya sendiri, bahkan tidak sampai di situ saja, dia juga difitnah oleh istri majikannya sehingga dipenjara sampai akhirnya Tuhan nyatakan janjiNya, dia jadi penguasa di Mesir. Daud memang bukan seorang anak yg dianggap oleh ayahnya, tapi dia dipilih Tuhan, diurapi menjadi raja. Namun setelah itu perjalanannya tidak mudah, dia dikejar2 mau dibunuh oleh raja yg adalah mertuanya sendiri.
Satu hal yang bisa kita contoh dari Yusuf dan Daud yaitu mereka tetap percaya kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan Tuhan apapun yang mereka alami di dalam perjalanan hidup mereka sampai akhirnya mereka menerima janji Tuhan. Mengenai Yusuf dicatat di Alkitab bahwa Tuhan menyertai dia sehingga segala pekerjaannya dibuat Tuhan berhasil. Dia berhasil mempertahankan integritasnya sebagai anak Tuhan meskipun diajak berbuat dosa oleh istri majikannya. Demikian juga dengan Daud, dia berhasil mempertahankan integritasnya saat dihadapkan dgn kesempatan untuk membunuh Saul.
Mungkin saat ini kita sedang berada dalam titik sulit mempercayai bahwa janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita, atau bahkan kita berpikir bahwa janji Tuhan itu rasanya mustahil terjadi.. Tetap ingat (sama seperti aku yg belakangan ini diingatkan Tuhan berkali-kali) bahwa Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya. Tetap percaya kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan Tuhan sampai akhirnya janji Tuhan tersebut terjadi dalam hidup kita. 😉
31 Desember 2020
Terima Kasih 2020
Tahun 2020...
Bukan tahun yang mudah bagi kebanyakan orang, bahkan mungkin bagi semua org di seluruh dunia.
Benar-benar memasuki dimensi yg baru yg tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, melakukan segala sesuatu dari rumah.
Banyak yg mengalami kehilangan.
Kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yg dikasihi, kehilangan segala sesuatu, bahkan mungkin ada yg kehilangan kewarasan. :(
Tidak bisa berlibur dengan tenang, bahkan rencana liburan mungkin tidak terlaksana.
Tidak bisa berkumpul bersama orang2 terkasih.
Tidak bisa dengan tenang melakukan segala sesuatu.
Kebiasaan baru mulai terbentuk.
Pesan barang atau makanan, begitu sampai plastiknya langsung disemprot desinfektan dulu.
Makanan yg baru tiba langsung dihangatkan kembali dulu.
Keluar rumah harus pakai masker atau bahkan ditambah face shield.
Pulang dari bepergian, bahkan hanya ke mini market dekat rumah, harus langsung mandi.
Ke mana2 harus bawa hand sanitizer, tisue basah, desinfektan, dll.
Tiba2 jadi teringat sepenggal lirik lagu..
Jalan-Mu tak terselami oleh setiap hati kami
Namun satu hal ku percaya ada rencana yg indah
Saat ini mungkin kita tidak tau apa rencana Tuhan.
Kita tidak mengerti kenapa Tuhan izinkan semua ini terjadi.
Namun ketika Tuhan mengizinkan semuanya terjadi, Dia punya rencana yg indah.
Bersyukur masih bisa melewati tahun 2020.
Itu berarti masih ada tugas yg belum selesai yg Tuhan ingin kita kerjakan.
Beryukur kasih karunia Tuhan masih ada atas kita.
Bersyukur penyertaan Tuhan selalu ada atas kita.
Kita tak pernah tau kapan pandemi ini akan berakhir.
Kita tak pernah tau kapan tugas kita di dunia ini akan selesai.
Kita tak pernah tau apa yg akan terjadi pada tahun berikutnya.
Satu hal yg aku tau, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Satu hal yg aku percaya, Tuhan tetap akan menyertai kita di tahun berikutnya.
Satu hal yg aku yakin, dalam segala sesuatu ada rencana Tuhan yg indah.
Mari kita memasuki tahun yg baru dengan hati yg penuh dengan ucapan syukur.
Kita masuki tahun yg baru dengan pengharapan.
Kita masuki tahun yg baru dengan berserah penuh kepada Tuhan.
Terima kasih untuk semua yg terjadi di tahun 2020..
Selamat datang tahun 2021..
25 Desember 2020
Semua Indah Pada Waktunya
Untuk segala sesuatu ada waktunya dan semua indah pada waktunya.
Karena work from home dan tidak bisa ada kegiatan di luar saat hari sabtu dan minggu, jadi sangat banyak waktu di rumah. Saat ini sudah memasuki liburan setelah 2 periode WFH. Waktu periode pertama antara bulan Maret - Juni, mood untuk bikin ini itu muncul, jadi cukup banyak kreasi yg dihasilkan. 😆 tapi tidak untuk perioder kedua antara bulan September - Desember. hehe.
Yang mau aku ceritakan saat ini adalah tentang membuat puding marie dan brownies. Biasanya kita akan dengan senang hati menerima bantuan saat sedang membuat sesuatu karena dengan adanya bantuan, kita bisa menyelesaikannya dengan lebih cepat.
Ceritanya waktu itu mau buatin puding marie buat ponakan gede yg mau ultah. Kalau ada yg pernah bikin puding marie atau puding lain yg berlapis pasti mengerti betapa kita harus tau waktu yg tepat untuk menambahkan lapisan berikutnya supaya menghasilkan puding lapis yg bagus, yg masih nempel antar lapisannya saat dipotong.
Nah, jadi ceritanya waktu itu mama mau bantuin biar lebih cepat. semua bahan sudah disiapkan terlebih dahulu, jadi tinggal dimasak. Saat aku sedang membuat lapisan yang pertama, mama bantuin untuk mulai memasak lapisan kedua. Sekali lagi, niatnya supaya bisa selesai lebih cepat. Lapisan pertama selesai, perlu nunggu agak set supaya lapisan kedua tidak tercampur dengan lapisan pertama. Karena proses masak lapisan kedua sudah dimulai lebih dulu, jadi waktu untuk menunggu lapisan pertama set tidak terlalu banyak dan lapisan kedua juga tidak bisa didiamkan terlalu lama sebelum ditaruh di atas lapisan pertama karena bisa jadi set sebelum dituangkan ke loyang. Alhasil lapisan kedua tercampur dengan lapisan pertama. 😔 ujung2nya jadi harus buat ulang supaya jadinya bagus. hiks.
Cerita kedua saat lagi mau bikin brownies buat kasih ke teman-teman dalam rangka ulang tahun. Sebenarnya buat brownies sudah biasa banget dan kemungkinan gagalnya sangat kecil karena tidak butuh harus mengembang seperti roti. Tapi ternyata aku menemukan sesuatu yg baru yg bisa aku katakan suatu kegagalan (buatku). Waktu itu karena mau bikin cukup banyak, jadi aku keluarkan mixer yg gedean untuk langsung buat 2 resep. Aku agak lupa waktu itu kenapa, tapi yg pasti ngaduk adonannya jadi agak lama. Alhasil ternyataaaa karena aduk adonannya terlalu lama, hasil akhirnya tidak sesuai harapan, brownies yg semula diharapkan permukaan atasnya bisa mekar ternyata tetap rata dan hanya mengembang naik saja. 😔 sementara itu adonan lain yg aku aduk tidak terlalu lama mengembang dan mekar dengan bagus.
Dari 2 cerita di atas, ada satu pembelajaran yg aku dapatkan. Segala sesuatu ada waktunya. Saat buat puding marie, ternyata proses pembuatan yg terlalu cepat malah membuat gagal, sementara saat buat brownies, ternyata proses pembuatannya harus cepat karena kalau mengaduk adonannya terlalu lama malah jadi gagal, tidak sesuai harapan.
Begitu juga dengan hidup kita, terkadang Tuhan izinkan doa kita tidak dijawab dalam waktu yg cepat, tapi terkadang juga apa yg kita pikir nanti2 aja malah dijawab dengan cepat. Mungkin kita tidak mengerti kenapa hal itu terjadi, tapi aku percaya Tuhan tau waktu yang tepat untuk menjawab setiap doa kita. Dia tidak mau terlalu cepat atau terlalu lambat sehingga hasil akhirnya tidak sesuai dengan apa yg sudah Dia rancangkan untuk kita. Rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik. Kita perlu terus belajar untuk dapat percaya penuh kepada-Nya.
Teruslah berharap, teruslah berdoa, teruslah percaya. Tuhan akan menjawab doa kita tepat pada waktunya. 😇
24 Desember 2020
Seek The King
Di malam natal ini, aku mau share tentang apa yang aku dapatkan dari ibadah natal tanggal 12 des 2020 yang lalu. Temanya SEEK THE KING. Yang kotbah Pdt. Yuzo Adhinarta, Ph.D.
Natal tidak ada artinya kalau kita tidak mencari Yesus sebagai Raja.
Sikap orang yg percaya kepada Tuhan Yesus adalah menjadi pelaku firman, bukan hanya kolektor firman dan doktrin. Orang bisa percaya kepada Tuhan Yesus krn iman. Ada 2 macam iman, yaitu iman sejati/aktual dan iman perkataan/tulisan. Sebagai seorang yg percaya Tuhan, seharusnya kita memiliki iman yg sejati, yaitu iman yg melahirkan perbuatan, melahirkan buah roh, bukan iman yg kosong, yg cuma diomongin doank. Iman jadi aktual saat kita melakukan.
Orang yg percaya Tuhan Yesus akan mencari Dia. Orang yg mencari Tuhan Yesus akan menemukan. Orang yg sudah menemukan akan melakukan firman-Nya. Orang yg melakukan firman, akan mengalami Tuhan. Orang yg mengalami Tuhan akan memiliki hidup yg diubahkan.
Perubahan hidup yg nyata adalah buah dr iman yg sejati.
Kalau dipersingkat, intinya 1P 4M:
Percaya (dengan iman) → Mencari → Menemukan → Melakukan → Mengalami.
Hasilnya: hidup yg diubahkan.
Semoga memberkati kita semua. 😇
11 April 2019
Jagalah Hatimu
02 Januari 2019
Lebih dari 20 tahun..
Di sini aku ga akan bahas lebih lanjut tentang melayani Tuhan dalam pekerjaan dan lain2. Aku akan share sedikit (tapi mungkin agak panjang jg sih) tentang pelayananku di gereja selama 21.5 tahun. Yup, sudah lebih dari 20 tahun. Bukan waktu yang singkat, dan kadang aku suka heran juga sih kok bisa ya bertahan selama itu. 😅 tapi ya balik lagi itu semua pasti karena kasih karunia Tuhan.
Bertahan untuk melayani selama lebih dari 20 thn menurutku bukan perjalanan yang mudah dilalui. Ada suka dan duka, ada kejenuhan, ada konflik (baik dengan orang2 yg dipimpin ataupun dgn pemimpin).. Yang pasti, di balik itu semua ada banyak pembelajaran. Kalau boleh disimpulkan, ada beberapa hal yang jadi pembelajaranku sampai saat ini:
1. Penundukan diri
Masalah/konflik bisa datang kapan saja, termasuk dengan pemimpin. Saat konflik dgn pemimpin terjadi, jujur itu adalah saat2 paling ga enak. Bawaannya pengen kabur aja, klo bisa ga mau d ikutin apa yg diomongin. Tapi satu hal yg aku belajar dari beberapa orang di sekitarku, saat keadaannya tidak mengenakan buat kita karena harus tetap taat pada otoritas di atas kita, saat itulah kita harus belajar menundukkan diri. Susah? Banget. Tapi terus ingat aja ada berkat tersendiri kalau kita tetap mau tunduk pada pemimpin yg Tuhan tempatkan di atas kita.
2. Kerendahan hati
Kerendahan hati untuk mau ditegur, untuk mau menerima nasehat/masukan, untuk tetap diam saat seharusnya kita bisa protes karena kita yang benar, untuk tetap taat saat kita merasa sudah sepantasnya kita ga mengikuti apa yg dikatakannya karena berbagai hal. Ga gampang. Tapi saat kita bisa melalui hal tersebut, bisa dibilang ujian itu sudah berhasil dilewati.
3. Being connected with people
Penting banget untuk bangun hubungan dengan siapa saja. Sering jg ada yg bilang “kita harus bersikap baik kepada semua orang, karena kita ga pernah tau kapan kita akan membutuhkan mereka atau berurusan dengan mereka”. Mau kita suka atau tidak suka dengan seseorang, kita tetap harus menjaga sikap kita sebagai anak2 Tuhan.
Mungkin itu 3 hal dari berbagai macam hal yg aku pelajari selama lebih dari 20 tahun. Ada satu hal penting yang selalu saya ingat: Jangan pernah lihat manusianya, karena manusia bisa mengecewakan. Termasuk dalam melayani di gereja, jangan melayani karena pemimpinnya, karena bisa saja mereka membuat kita kecewa. Layani Tuhan karena memang mengasihi Dia. Mungkin itu yang membuatku masih bisa bertahan sampai saat ini. Dan kalau di dalam ladang pelayananku, hal yg menjadi sukacita tersendiri adalah saat melihat anak2 sekolah minggu yg dulu pernah diajar, saat ini sudah menjadi rekan sepelayanan. 😊
O ya, satu hal lagi.. Jangan keluar dari pelayanan karena ada masalah yang mau kita hindari dari tempat tersebut. Percayalah, tidak ada tempat yg sempurna, tidak ada manusia yg sempurna. Aku percaya saat kita belum lulus dari suatu ‘ujian’, kita masih mungkin akan diperhadapkan dengan masalah yg serupa ke manapun kita pindah sampai kita tidak kabur dan berhasil lulus mengatasi ujian tersebut.
Mungkin itu aja dulu sharing yg agak panjang ini.. Semoga memberkati semua yg membaca.. Tetap setia melayani Tuhan di manapun Tuhan menempatkan kita. Tuhan memberkati. 😊
01 Oktober 2015
Mengalami Tuhan?
30 September 2015
Belajar dari Raja-Raja Israel - Yehuda (2)
Ada 1 hal yang ak perhatikan dari setiap kisah mereka.. apakah mereka hidup benar di hadapan Tuhan, apakah yg jahat berbalik kepada Tuhan, dan apakah mereka mengakhiri hidupnya dgn tetap hidup benar di hadapan Tuhan.
Beberapa bulan ini, renungan pagi di kantor membahas mengenai kisah raja2 Israel - Yehuda ini, makanya saya ingin membuka lagi post mengenai ini. Hari ini pembahasan terakhir, dan ada beberapa hal yang ak dapat:
1. Allah itu kasih dan penuh anugerah. Sejahat apapun manusia, Dia selalu terbuka untuk menerima kembali dan tetap memeliharanya. Allah tidak pernah melupakan umat-Nya. contohnya adalah Yoyakhin, dia tetap dipelihara Allah meskipun dalam pembuangan.
2. Setiap perbuatan yang dilakukan selalu ada konsekuensinya. Kalau dosa yang dilakukan, akan ada hukuman yang menanti. Orang yang tetap berbuat jahat meskipun tahu hal tersebut tidak disukai Tuhan, pasti akan menanggung akibatnya, akan merasakan hukumannya. contohnya adalah Zedekia, dia tetap berbuat jahat dan pada akhirnya dia melihat anak2nya dibunuh di depan matanya dan matanya sendiri dibuat buta.
3. Pertobatan memang penting, tapi pertobatan itu tidak mempengaruhi hukuman/konsekuensi yang harus diterima karena perbuatan jahat yang dilakukan. contohnya adalah saat Daud berbuat dosa dengan Batsyeba. dia bertobat dgn sungguh2, tapi tetap hukuman Tuhan harus terjadi atasnya, anak yang dilahirkan Batsyeba itu pada akhirnya meninggal.
4. Pertobatan juga bisa menghindarkan dari hukuman. contohnya adalah Yosia. saat itu karena bangsa Yehuda terus2an berbuat jahat, Tuhan sudah merancangkan hukuman. akan tetapi Yosia yg menyadari hukuman Tuhan, segera menyesal dan bertobat dengan sungguh2, dan akhirnya ia tidak mengalami hukuman Tuhan.
Kesimpulan terakhir yang ak ambil adalah: lebih baik kita terus hidup benar di hadapan Tuhan supaya kita tidak perlu mengalami hukuman Tuhan. kalau kita pernah berbuat jahat, bertobatlah supaya pada akhirnya kita mengakhiri hidup kita dengan hidup benar di hadapan Tuhan. tidak pernah ada kata terlambat karena kasih dan anugerah Tuhan selalu ada untuk setiap orang yang mau kembali kepada-Nya. :)
Unexpected Blessing
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." - 1 Kor 2:9
Ayat ini mungkin bisa dibilang benar2 dialami oleh saya dan juga beberapa teman belakangan ini. Permintaan doa yang sederhana namun dijawab Tuhan melebihi apa yang dipikirkan dan didoakan. dah agak basi sih ceritanya, dah lewat 3-4 bulan, tapi ceritain ttg apa yg Tuhan lakukan ga pernah terlambat lah ya, skalian biar bisa jd pengingat kalau suatu saat nanti buka2 blog ini lg.. hehe. :)
5 tahun 9 bulan menurut saya bukan suatu waktu yang sebentar untuk bertahan di sebuah perusahaan. ga nyangka juga sih bisa bertahan selama itu. Cukup banyak teman2 yg dah 'lulus' duluan nanya atau komentar, masih bertahan aja lu di situ.. ya mau gimana lagi, rata2 yg 'lulus' ada yg bermasalah dgn hrd, ada yg ga cocok dgn atasan, ada yg buka usaha sendiri.. lah ak ga bermasalah dgn semua itu. jadi yaudah lah ya, selama blm dikasih yg baru, ga maksa jg.
Bermula dari sekitar setahun lebih yang lalu, karena memang mau masuk dunia pendidikan, jadi iseng2 apply di jobsdb ato jobstreet ga inget ke sebuah sekolah sebagai guru. hehe. dah hampir lupa jg apply apa, tau2 di akhir agustus kyknya dipanggil interview tapi pas tanya sebagai apa ternyata sebagai staf SM. entah apalah itu, ga ngerti, tp dicoba aja krn wkt dijelasin via telp sptnya ga jauh2 seputar kerjaan yg saat itu dipegang. interview ok, test yg berkaitan dgn kerjaan ok jg, terakhir psikotest. ditunggu2 kabarnya, pas ditelp dibilang sebenarnya lolos tp ga bisa diterima krn ada kandidat lain. sedih? kecewa? lumayan sih.. secara ga pernah kebayang ternyata ada sekolah yg ada bagian spt yg sy kerjakan saat itu. tapi ada sedikit pengharapan yg diberikan, dia bilang data interview dll akan mrk simpan jd nanti kalau dibutuhkan akan mrk telp lagi. Namun demikian, tetap aja ga berharap banyak mengingat biasanya itu cuma janji saja. hehe.
Berbulan-bulan berlalu, antara berharap dan tidak, akhirnya coba kirim cv ke sekolah lain, kli ini sbg asisten guru. setelah lewatin proses ini itu, akhirnya diterima. dgn agak penuh kegalauan mempertimbangkan segala hal, akhirnya memutuskan menerima itu dan berencana di akhir juni akan mengajukan resign (intinya tunggu thr dulu d baru resign. hehe). lagi dalam penantian mau ksh 'surat cinta', tau2 ada telp masuk dari sekolah yg wkt itu bilang mau simpan data (setelah 8 bulan berlalu). antara percaya ga percaya, ternyata dataku beneran masih disimpan. :D diundang interview lg n test lg, tp ternyata ini untuk jabatan yg berbeda, untuk posisi yg berbeda, yaitu sbg kabag MS. lumayan kaget jg n agak bingung krn sbnrnya kan dah diterima n dah ttd kontrak jg di sekolah lain. tp kesempatan yg memang ditunggu ga mungkin dong dilewatkan. hehe. akhirnya coba jg n sambil berharap lagi. Berdoa supaya semuanya sesuai rencana Tuhan aja. Dan ga pake lama, prosesnya cuma 2 minggu langsung diterima. ga pake pikir panjang lg, ak langsung membatalkan kontrak dgn sekolah yg sebelumnya lalu ttd yg ini.
Benar2 ga nyangka, ga pernah kebayang jg klo bisa kerja di sekolahan, bukan sebagai guru, ilmu yg dari s2 pendidikan yg ak ambil harusnya bisa berguna, bisa belajar banyak sbg bekal nanti klo Tuhan ijinkan buka sekolah sendiri, n yg pasti jauh lbh baik dr sekolah yg sebelumnya dah ak ok-in. Tuhan selalu kasih yg terbaik tepat pada waktuNya. dulu ga dikasih sebagai staf, skrg dikasihnya sbg kabag. dan satu hal lagi, Tuhan tau bagianku dmn. kadang jadi mikir, kalau ak beneran jadi asisten guru jangan2 ak akan menyesal dgn segala resiko yg ak ambil. tp Tuhan itu baik, ak ga perlu sampai menyesal di sana dulu, dah disediakan yg lebih baik. cuma bisa bersyukur dan bersyukur.. ^_^
02 Mei 2014
Di antara 2 pilihan
yaah... efek sibuk jg sih pastinya. masuk semester 2, luar biasa sekali.. sebenarnya hrsnya sih lbh berat semester lalu, tp semester ini dosennya ksh nilainya lbh geje. -.-"
Oke.. kenapa akhirnya ak membuka blog ini lagi? karena ada 1 hal yg pengen ak share..
pernah ngga ngerasain dilemma atas sesuatu yang dgn keputusanmu itu dapat mempengaruhi hidupmu selanjutnya? 2 hari ini benar2 lagi dilemma. mungkin ada yg dah tau dan ada jg yg tidak tau. visiku ke depan, yg membuat ak memutuskan untuk mengambil s2 lagi, adalah karena ak ingin mendirikan sekolah sendiri. bbrp hr yg lalu ada saudara yg tiba2 menawarkan shella untuk jadi kepala sekolah di sekolah yg dia kelola untuk cabang barunya. tp berhubung shella sudah kerja dan kontrak, dia melemparkannya kpdku. Sepintas itu terlihat sebagai sebuah pintu yang Tuhan bukakan untuk langkahku menuju pencapaian visiku. tapi seperti biasa ak ga mau main memutuskan begtu saja. Banyak pertimbangannya dan berakhir pada 2 hal.. kalau aku terima itu, ak bisa belajar banyak sebagai persiapan, tapi jika dilihat di sisi lain, itu akan sedikit menghambat pemenuhan kebutuhanku saat ini. Jujur, ak pengen bgt ambil kesempatan itu. tapi ada bbrp org yg memintaku memikirkan lbh jauh lg. dan intinya mereka bilang kalau pengalaman itu memang penting, tapi jangan lupakan apa yang akan dihadapi sehari-hari, apakah itu bisa mencukupi kebutuhan atau tidak.
so... 2 hal itu benar2 membuatku dilemma. dan pada akhirnya setelah ak memutuskannya, ak cuma bisa berdoa semoga ak tidak membuat keputusan yang salah dan tetap percaya kalau memang Tuhan berkenan, nantinya Dia akan membuka jalanNya bagiku.
Berkaitan dengan kondisi di atas, saat sate tadi pagi (cukup heran bisa bangun jam 3 lalu langsung segar), tiba2 terlintas satu lagu "Tuhan Kaulah pengharapanku, kupercaya hanya kepada-Mu.." saat itu ak cuma bisa berdoa apapun keputusan yang ak buat, supaya ak yakin ak ga salah mengambil keputusan, ak minta damai sejahtera dan minta 1 konfirmasi lagi. dan pada akhirnya, mskp konfirmasi itu datangnya sore hari, tapi ak bisa merasakan damai sejahtera sepanjang hari ini. dan semoga memang keputusanku tidak salah dan Tuhan akan membukakan pintu-pintu yang lain saat aku memang siap untuk melangkah melewati pintu tersebut. thx God buat 1 proses pengambilan keputusan lagi yg Engkau ijinkan ak alami. :')
19 November 2013
Kepemimpinan Musa - Rela Berkorban
"Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis." - Kel 32:32
Hm.. kalau tidak salah waktu kapan itu pernah ada yang bahas ayat ini, tapi ak lupa pas kotbah ato di doa pengerja atau doa apapun lah.. Kemarin ini pas baca cerita itu jadi keinget lagi.
Musa. Salah satu tokoh alkitab yang banyak diambil sebagai contoh jika berbicara mengenai pemimpin. Kalau mau cari buku yang bahas tentang kepemimpinan Musa pasti ada, tapi jangan tanya sekarang yah, harus cari dulu. pernah lihat tp ga inget. hehehe.
balik lagi.. kalau baca 1 pasal di keluaran 32 itu, ceritanya sebenarnya tentang bangsa Israel yang karena ditinggal Musa naik ke gunung Sinai ketemu Tuhan kelamaan ga balik-balik jadi mereka minta sama Harun untuk buatin allah buat mereka. akhirnya dibuatlah anak lembu emas. setelah itu Tuhan suruh Musa turun dan singkat cerita Tuhan bilang sama Musa kalau Dia mau membinasakan bangsa Israel.
Nah, setelah itu barulah kutipan ayat di atas muncul. Musa berperan sebagai pemimpin mencoba melunakkan hati Tuhan supaya tidak membinasakan bangsa Israel.
Satu hal yang ak dapat, Musa tahu kalau bangsanya salah di hadapan Tuhan, tapi sebagai pemimpin dia tidak lari dari tanggung jawab dan menyalahkan bangsanya. di hadapan Tuhan. Musa berdiri membela bangsanya, sampai-sampai taruhannya adalah minta namanya saja yang dihapus dari kitabNya Tuhan kalau Tuhan tidak mau mengampuni dosa mereka. Benar-benar sikap seorang pemimpin yang rela mengorbankan nyawanya. Jadi ingat tentang cerita gembala yang baik vs gembala upahan (kalau tidak salah di Yoh 10).
Ak sempat share sama seorang teman tentang apa yang ak dapat di atas. Dan balasan yang ak terima cukup mengejutkan, tidak terpikirkan sama sekali dan membuat ak merenungkan hal tersebut dan jadi berpikir..
Temanku bilang seperti ini: "memang yah if nations failed, yang harus disalahkan pemimpinnya. tapi tidak semua orang punya that kind of humility. If a ministry didn't work well, can you stand as a leaders and said it's my faults?" dan lalu dia bertanya "siapkah kamu di posisi itu?"
leaders (siapapun yang sudah dipercayakan sebagai pemimpin), apa yang akan kalian jawab untuk pertanyaan itu? apakah kalian siap jika ada di posisi itu?
menurutku itu pertanyaan yang susah untuk dijawab tapi situasi seperti itu mungkin saja datang. jawabanku adalah siap ga siap harus siap. resiko jadi seorang pemimpin. saat kita ada di posisi seperti itu, rasanya tidak mungkin kita salahin orang yang di bawah kita karena yang akan dilihat oleh pemimpin kita bukan mereka tapi kita sebagai pemimpinnya. ujung-ujungnya balik lagi masalah pertanggung jawaban kita kepada pemimpin atas orang yg dipercayakan kepada kita.
terakhir, ada sebuah quote yang bagus untuk direnungkan:
At the end, it's not about who, when, where, or how many people that you lead, but HOW you lead.
07 Mei 2013
RTS 27.04.13
sekitar 2 tahun yang lalu, ak ikut pelayanan ke luar pulau, tepatnya ke kota So'e, Nusa Tenggara Timur (yang berminat untuk baca ceritanya boleh liat ke sini). Waktu itu ada sekitar 1400an anak sekolah yg datang untuk ikut acara RTS/HMC, semacam seminar untuk meningkatkan standar hidup anak2 muda. Saat di sana, ak sempat berpikir "apakah hal seperti ini, anak2 sekolah datang untuk ikut RTS, bisa terjadi di 'rumah'ku.." mengingat berbagai macam kondisi yg ada saat itu, rasanya itu adalah suatu hal yang mustahil.
tgl 27 april yang lalu, ada acara Raising The Standard (RTS) di gereja tempatku bertumbuh dan melayani. sampai H-1, ak masih bilang sama pemimpinku klo ak ga ada bayangan sama sekali spt apa acara itu dan dia cuma bilang klo itu spt yg wkt sy ke so'e dulu. Diminta jadi fasilitator, jujur ak malas, apalagi dr selama persiapan yg ada, ak cuma bisa ikut 2x atau 3x pertemuan. tapi yaudah, berhubung harus taat, jadi ikut aja d (meskipun pada akhirnya ga perlu jd fasilitator jg sih. hehehe).
Peserta RTS kemarin ini dari berbagai macam sekolah di sekitar jakarta pusat, dan memang ada anak-anak yang hadir yang langsung berangkat barengan dari sekolah mereka didampingi beberapa guru yang ada. Saat semakin banyak anak yang hadir, seolah Tuhan mengingatkan ak tentang apa yang ak pikirkan 2 tahun yg lalu. Meskipun bisa dibilang agak terlambat, tp Tuhan masih mengijinkan apa yang ak anggap dulu mustahil terjadi juga. Ada sekitar 1000 anak2 remaja SMP-SMA yang datang baik dgn terpaksa atau tidak untuk mendengarkan seminar mengenai kekudusan, hati Bapa, dan musik. Dan pada akhirnya ada banyak anak-anak muda di sekitar jakpus yang mengambil komitmen untuk meningkatkan standar hidup mereka.
1 hal yang ak ingat kk rohaniku bilang.. kasih karunia Tuhan itu berlimpah untuk kami. acara apapun yang diadakan, kalau Tuhan berkenan, pasti berhasil. dan kuncinya hanya 1: MENGANDALKAN TUHAN. saat kita mengandalkan Tuhan sepenuhnya, tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri, Tuhan dapat melakukan hal yg menurut kita mustahil menjadi kenyataan.
20 Desember 2012
Belajar dari Raja-Raja Israel - Yehuda (1)
Baca tentang kisah perjalanan bangsa Israel di kitab 1-2 Samuel, 1-2 Raja2 dan 1-2 Tawarikh jadi ada cukup banyak hal yang ak renungkan dan dapatkan..
1. Sikap bangsa Israel itu dari jaman Musa membawa mereka keluar dari Mesir sampai mereka dipimpin oleh raja2 sama yaa.. kalau bahasa yang di Alkitab bilang sih tegar tengkuk.. atau bisa dibilang sebentar percaya dan mengandalkan Tuhan, tapi setelah itu bisa langsung ga ingat dan malah marah2 sama Tuhan.
Satu hal yang ak doakan setiap membaca tentang sikap bangsa Israel itu adalah supaya ak ga jd sperti mereka tapi ak boleh tetap menaruh kepercayaanku sepenuhnya kepada Tuhan.
2. Sikap seorang pemimpin sangat mempengaruhi sikap orang2 yang dipimpinnya. Contohnya banyak.. di Alkitab di setiap cerita tentang raja2 yg hidup jahat di mata Tuhan, pasti ada tulisannya kalau raja tersebut membuat orang Israel berdosa pula. demikian juga sebaliknya, saat seorang raja berbalik kepada Tuhan atau hidup benar di hadapan Tuhan, maka raja tersebut akan membuat rakyatnya untuk kembali kepada Tuhan.
3. Saat sebuah kelompok bersepakat untuk bersatu, maka ga akan bisa dipecah-belahkan oleh apapun. tapi itu semua juga akan tergantung dari sikap pemimpin yang ada di dalam kelompok tersebut. Saat bangsa Israel dipimpin oleh Daud yang hidup benar di hadapan Tuhan dan mengerti bagaimana harus memimpin bangsanya, bisa dibilang bangsa Israel bisa bersatu.. tapi saat Rehabeam tidak hidup benar di hadapan Tuhan dan mengambil keputusan yang malah membuat rakyat marah, saat itu sebagian besar rakyatnya meninggalkan dia dan terjadi pemberontakan.
(to be continue.... )
12 Oktober 2012
Mujizat Masih Ada - #PrayforJosh
Jadi setelah sekian bulan dilalui, sampailah sekitar bulan mei/juni kemarin Josh sudah selesai menjalankan kemoterapi. ada masa2 dimana keadaan josh lemah sekali, tp semua bisa lihat bahwa penyertaan Tuhan sempurna atas Josh. semua kemoterapi bisa dilalui, dan akhirnya tiba saatnya test sumsum tulang belakang utk mengetahui apakah masih ada sel kanker yg hidup di dalam darah Josh.
Bulan juli tiba dan akhirnya kami terima kabar tentang hasil test sumsum tulang belakang Josh. Josh dinyatakan sembuh total, tidak adal lagi sel kanker di dalam tubuh Josh. Praise God! semua bersukacita mendengar kabar itu, dan kabar tersebut menurut kami jd kado terbaik di ulang tahun Josh di bulan juli itu. :)
Bulan agustus minggu ke-4, mama Josh memberikan kesaksian kesembuhan anaknya di ibadah ke-3.
Akhir september kemarin, di hari sabtu tiba-tiba ak dpt sms dr mama Josh yg minta dukungan doa krn Josh kambuh dan besoknya akan masuk RS lagi. weew.. sms itu membuatku cukup kaget. Besoknya sebelum Josh ke RS, Josh diajak ke sekolah minggu dulu untuk didoakan oleh kk2 sekolah minggu. Josh ke RS untuk test sumsum tulang belakang lagi, untuk tau apakah benar sel kanker muncul lg di tubuh Josh.
Beberapa hari yang lalu, mama Josh kasih kabar lagi kalau hasil test dari Dharmais mengatakan Josh positif kena tipe yang sama spt yg sebelumnya. kalau hasil dari singapore belum keluar sampai saat ini. Saat ini Josh sedang menjalani kemoterapi lagi sambil nunggu hasil dari singapore, apakah cukup melalui kemoterapi saja, atau Josh perlu melakukan transplantasi. Tapi yg pasti kalau transplantasi, biayanya sangaaatt besar sekali.
Kalau melihat cerita Josh, mungkin sebagian ada yg berpikir, kok bisa? sy sendiri jg ga mengerti kenapa hal seperti itu bisa terjadi. ga ngerti jg dr sisi kedokterannya gmn ceritanya bisa kambuh lagi padahal sudah dinyatakan positif tidak ada sel kanker lg. Ak cuma bisa berdoa semoga keluarganya, terutama orang tuanya bisa tabah menghadapi semua ini dan tidak malah jd mempertanyakan Tuhan.
Ak sendiri sempat bertanya kepada Tuhan, kenapa bisa kambuh lagi, padahal mama Josh dah sampai berbicara di atas mimbar memberikan kesaksian bahwa anaknya telah Tuhan sembuhkan. sekarang, kenapa kambuh lagi? Tapi saat ak berpikir spt itu, ak diingatkan cerita ttg Lazarus dibangkitkan. Saat itu Yesus menunda kepergiannya menjenguk Lazarus padahal sudah ada yg memberitahukan kalau Lazarus sakit. Mungkin ada orang-orang yang mengatakan itu adalah kegagalan Yesus, krn Marta dan Maria pun mengatakan bahwa kalau saja Yesus datang lbh cepat, Lazarus pasti tidak akan meninggal. Tapi apakah benar itu kegagalan Yesus? sudah pasti TIDAK. kenapa? karena Dia ingin murid-muridNya belajar percaya dan melihat kemuliaan Allah dinyatakan.
Kembali ke Josh.. saat ini mungkin kita ga tau apa rencana Tuhan dalam keluarga Josh, tapi ak sangat percaya bahwa Tuhan ga pernah sekalipun meninggalkan Josh, sudah terbukti dari Josh berhasil melalui 5 kemo pertamanya. Saat ini yg bisa dilakukan cuma tetap berdoa supaya Tuhan tunjukkan jalan yang terbaik buat Josh. Percaya bahwa segala sesuatu yg Tuhan ijinkan terjadi ini semuanya ada dalam rencanaNya untuk mendatangkan kebaikan buat Josh dan keluarganya, dan yg pasti supaya nama Tuhan terus dipermuliakan. Dan yg pasti semoga Josh tidak perlu menjalani transplantasi yg memakan biaya yg sangat besar itu, krn masalah dlm keluarganya yg sy tau saat ini adalah semuanya berkaitan di biaya yg dibutuhkan (kalau ada yg membaca ini dan terbeban untuk memberikan bantuan untuk Josh, bisa hubungi sy melalui komen atau email sy di michaellin.p@gmail.com ya.. sebesar apapun yg bisa kita berikan kalau kita terbeban, itu akan sangat membantu keluarga Josh yg masih hrs menanggung biaya untuk kemoterapi yg memang tidak sedikit jg. - fyi saat ini josh sedang menjalankan kemo di RS PIK).
Mungkin saat ini belum terlihat apa rencana Tuhan dalam hidup Josh atau untuk keluarganya, tapi ak terlalu percaya kalau penyertaan Tuhan itu sangat sempurna. Pencobaan yg kita alami ga akan pernah melebihi kekuatan kita. Kalau Tuhan ijinkan hal ini terjadi dalam keluarga Josh, berarti Tuhan percaya bahwa keluarga Josh pasti sanggup melalui ini smua. dan satu hal lagi, ak terlalu percaya juga kalau kesembuhan yg Tuhan berikan pasti sempurna, karena Tuhan ga pernah setengah-setengah kalau menolong. Gbu :)
11 September 2012
Baca Kitab Suci, Doa Tiap Hari
Belakangan ini yg lagi sering ak tekankan ke teman2 di Little Kings GM adalah apa yg pak Niko tekankan juga waktu doa pengerja awal bulan ini. Dan itu adalah tentang baca alkitab. Ingat lagu sekolah minggu yg tentang baca alkitab? seperti ini lirik lagunya..
Baca kitab suci, doa tiap hariJadi sebenarnya ya dari anak2 kecil yg ikut sekolah minggu/yg pernah dengar lagu ini pun sudah diajarkan melalui pujian ini bahwa kalau mau bertumbuh di dalam Tuhan, kuncinya ya baca kitab suci (alkitab) dan doa tiap hari. Pertanyaannya mungkin 'kenapa harus baca tiap hari?' sekarang begini.. Alkitab itu sebenarnya apa sih? :) Alkitab itu adalah Firman Tuhan, atau biasa banyak yg menyebutnya juga sebagai 'surat cinta-Nya Tuhan'. saya cukup setuju dengan sebutan yg terakhir itu. Surat Cinta-Nya Tuhan. :) Jadi sebenarnya isi Alkitab ya apa yang mau Tuhan sampaikan ke anak2-Nya. makanya kalau kita mau tahu apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan ya harus baca Alkitab..
(muji tiap hari, nyembah tiap hari)
Baca kitab suci, doa tiap hari
kalau mau tumbuh
Yang cukup menyedihkan buatku adalah saat ak tau bahwa teman2, adik2 yg sudah lama ikut Tuhan, bahkan sudah pelayanan sekian lama (lbh dr 5 thn), mrk belum pernah selesai baca Alkitab satu kali pun. heeyyyy... kemana aja selama ini..??? :( kalau mungkin yg membaca blog ini sama spt itu.. ak cuma mau bilang, bertobat!! bacalah Alkitabmu sampai selesai!
Alasan yg ak dengar hampir sama smua.. malas saat baca bagian Imamat-Bilangan-Ulangan.. Yeah.. ak juga mengakui itu sih.. tapi ya tetap harus dibaca dunk... *huff* jangan cuma karena isinya dianggap membosankan dan tidak bisa dimengerti lantas dilewatin begtu saja.. masa' baca alkitab pilih2.. baca pelajaran sekolah/kuliah klo mo ujian aja ga bisa pilih2.. -.-" ngerti ga ngerti yg penting harus baca setiap hari.
Lalu apa gunanya baca Alkitab? banyak loh.. saat lagi down, lg sedih, lg banyak masalah, Tuhan bisa kuatkan dengan ayat yg pernah kita baca. atau saat kita mulai ke luar dari jalurNya Tuhan, Tuhan bisa menegor dan mengingatkan kita melalui itu jg.. ak sendiri cukup sering diingatkan dengan ayat2 yg pernah ak baca, meskipun kadang ga inget itu ayat ada di kitab mana.. :) dan yang pasti dan luar biasa.. meskipun baca cerita/ayat yg sama berulang kali, kadang apa yg kita dapat bisa beda dan bisa sesuai dengan apa yg sedang kita alami saat kita baca itu..
so, yg dah males2an baca alkitab, yg blm pernah selesaiin baca 1 alkitab.. yuks mulai bertobat. ak ga bilang ak dah hebat krn ak sendiri kadang suka malas baca apalagi klo lagi terlalu cape. tp ak belajar untuk komitmen mau secape apapun tetap harus baca alkitab. dan prinsip ak yg ak dpt dr salah satu kk pembinaku dulu: No Bible No Breakfast, atau dengan kata lain.. sebelum sarapan (sebelum memulai hari) harus baca alkitab dulu. :)
29 April 2012
Belajar Menjadi Pemimpin Yang Lebih Baik
Jadi di postingan itu, aku menuliskan tentang hal-hal yg aku pelajari selama 2 bulan setelah Tuhan pilih aku untuk menjadi seorang pemimpin. Berikut adalah hal-hal tersebut.