02 Mei 2014

Di antara 2 pilihan

Whoaaa... ternyata tahun 2014 ini saia belum pernah menorehkan sesuatu di blog ini.. >.<
yaah... efek sibuk jg sih pastinya. masuk semester 2, luar biasa sekali.. sebenarnya hrsnya sih lbh berat semester lalu, tp semester ini dosennya ksh nilainya lbh geje. -.-"

Oke.. kenapa akhirnya ak membuka blog ini lagi? karena ada 1 hal yg pengen ak share..
pernah ngga ngerasain dilemma atas sesuatu yang dgn keputusanmu itu dapat mempengaruhi hidupmu selanjutnya? 2 hari ini benar2 lagi dilemma. mungkin ada yg dah tau dan ada jg yg tidak tau. visiku ke depan, yg membuat ak memutuskan untuk mengambil s2 lagi, adalah karena ak ingin mendirikan sekolah sendiri. bbrp hr yg lalu ada saudara yg tiba2 menawarkan shella untuk jadi kepala sekolah di sekolah yg dia kelola untuk cabang barunya. tp berhubung shella sudah kerja dan kontrak, dia melemparkannya kpdku. Sepintas itu terlihat sebagai sebuah pintu yang Tuhan bukakan untuk langkahku menuju pencapaian visiku. tapi seperti biasa ak ga mau main memutuskan begtu saja. Banyak pertimbangannya dan berakhir pada 2 hal.. kalau aku terima itu, ak bisa belajar banyak sebagai persiapan, tapi jika dilihat di sisi lain, itu akan sedikit menghambat pemenuhan kebutuhanku saat ini. Jujur, ak pengen bgt ambil kesempatan itu. tapi ada bbrp org yg memintaku memikirkan lbh jauh lg. dan intinya mereka bilang kalau pengalaman itu memang penting, tapi jangan lupakan apa yang akan dihadapi sehari-hari, apakah itu bisa mencukupi kebutuhan atau tidak.
so... 2 hal itu benar2 membuatku dilemma. dan pada akhirnya setelah ak memutuskannya, ak cuma bisa berdoa semoga ak tidak membuat keputusan yang salah dan tetap percaya kalau memang Tuhan berkenan, nantinya Dia akan membuka jalanNya bagiku.

Berkaitan dengan kondisi di atas, saat sate tadi pagi (cukup heran bisa bangun jam 3 lalu langsung segar), tiba2 terlintas satu lagu "Tuhan Kaulah pengharapanku, kupercaya hanya kepada-Mu.." saat itu ak cuma bisa berdoa apapun keputusan yang ak buat, supaya ak yakin ak ga salah mengambil keputusan, ak minta damai sejahtera dan minta 1 konfirmasi lagi. dan pada akhirnya, mskp konfirmasi itu datangnya sore hari, tapi ak bisa merasakan damai sejahtera sepanjang hari ini. dan semoga memang keputusanku tidak salah dan Tuhan akan membukakan pintu-pintu yang lain saat aku memang siap untuk melangkah melewati pintu tersebut. thx God buat 1 proses pengambilan keputusan lagi yg Engkau ijinkan ak alami. :')

31 Desember 2013

It's almost New Year!

Kurang dari 2 jam lagi masuk tahun baru dan ak menyadari bahwa untuk tahun ini aku tidak membuat goal setting. :'( awal tahun sepertinya ak merasa gapapa ga buat itu. tapi di akhir tahun ini, ak jadi merasakan ada sesuatu yang kurang, apalagi saat beberapa waktu yang lalu ak lihat di timeline path ada yang post ttg bgmn Tuhan membuat goal settingnya tercapai.. di situ ak baru benar-benar menyadari pentingnya membuat goal setting. ._.
Meskipun demikian, ak tetap bersyukur atas penyertaan Tuhan untukku di tahun ini. mungkin ak ga bisa bilang tahun ini luar biasa bgt, tapi yang pasti tetap ada hal-hal yang sebelumnya ga pernah ak pikirkan tapi Tuhan berikan itu. banyak hal juga yang Tuhan ajarkan kepadaku di tahun ini termasuk setiap proses yang Tuhan ijinkan terjadi.
Sekarang saatnya mengakhiri tahun yg luar biasa ini dan bersiap memasuki tahun yang lebih luar biasa lagi.. saatnya membuat goal setting baru.. saatnya menyiapkan diri untuk menerima janji-janji Tuhan di tahun dimana Tuhan akan membuka pintu-pintu yang tertutup unutk mujizat yang kreatif.

Good bye 2013, welcome 2014..
Happy new year all..!!! ^_^

19 November 2013

Leadership Quote of the day (19.11.13)

A true leader has the confidence to stand alone, the courage to make tough decisions, and the compassion to listen to the needs of others. He does not set out to be a leader, but becomes one by the equality of his actions and the integrity of his intent. — Douglas MacArthur

Kepemimpinan Musa - Rela Berkorban

ga berasa dah sebulan sejak post terakhir dan akhirnya belum ada update lanjutannya. hahaha.tapi kali ini pun bukan update lanjutan.. hanya ingin membagi sesuatu yang sedang ak pikirkan dan pas dengan ayat yang ak baca kemarin.

"Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis." - Kel 32:32

Hm.. kalau tidak salah waktu kapan itu pernah ada yang bahas ayat ini, tapi ak lupa pas kotbah ato di doa pengerja atau doa apapun lah.. Kemarin ini pas baca cerita itu jadi keinget lagi.
Musa. Salah satu tokoh alkitab yang banyak diambil sebagai contoh jika berbicara mengenai pemimpin. Kalau mau cari buku yang bahas tentang kepemimpinan Musa pasti ada, tapi jangan tanya sekarang yah, harus cari dulu. pernah lihat tp ga inget. hehehe.
balik lagi.. kalau baca 1 pasal di keluaran 32 itu, ceritanya sebenarnya tentang bangsa Israel yang karena ditinggal Musa naik ke gunung Sinai ketemu Tuhan kelamaan ga balik-balik jadi mereka minta sama Harun untuk buatin allah buat mereka. akhirnya dibuatlah anak lembu emas. setelah itu Tuhan suruh Musa turun dan singkat cerita Tuhan bilang sama Musa kalau Dia mau membinasakan bangsa Israel.
Nah, setelah itu barulah kutipan ayat di atas muncul. Musa berperan sebagai pemimpin mencoba melunakkan hati Tuhan supaya tidak membinasakan bangsa Israel.
Satu hal yang ak dapat, Musa tahu kalau bangsanya salah di hadapan Tuhan, tapi sebagai pemimpin dia tidak lari dari tanggung jawab dan menyalahkan bangsanya. di hadapan Tuhan. Musa berdiri membela bangsanya, sampai-sampai taruhannya adalah minta namanya saja yang dihapus dari kitabNya Tuhan kalau Tuhan tidak mau mengampuni dosa mereka. Benar-benar sikap seorang pemimpin yang rela mengorbankan nyawanya. Jadi ingat tentang cerita gembala yang baik vs gembala upahan (kalau tidak salah di Yoh 10).

Ak sempat share sama seorang teman tentang apa yang ak dapat di atas. Dan balasan yang ak terima cukup mengejutkan, tidak terpikirkan sama sekali dan membuat ak merenungkan hal tersebut dan jadi berpikir..
Temanku bilang seperti ini: "memang yah if nations failed, yang harus disalahkan pemimpinnya. tapi tidak semua orang punya that kind of humility. If a ministry didn't work well, can you stand as a leaders and said it's my faults?" dan lalu dia bertanya "siapkah kamu di posisi itu?"
leaders (siapapun yang sudah dipercayakan sebagai pemimpin), apa yang akan kalian jawab untuk pertanyaan itu? apakah kalian siap jika ada di posisi itu?
menurutku itu pertanyaan yang susah untuk dijawab tapi situasi seperti itu mungkin saja datang. jawabanku adalah siap ga siap harus siap. resiko jadi seorang pemimpin. saat kita ada di posisi seperti itu, rasanya tidak mungkin kita salahin orang yang di bawah kita karena yang akan dilihat oleh pemimpin kita bukan mereka tapi kita sebagai pemimpinnya. ujung-ujungnya balik lagi masalah pertanggung jawaban kita kepada pemimpin atas orang yg dipercayakan kepada kita.

terakhir, ada sebuah quote yang bagus untuk direnungkan:
    At the end, it's not about who, when, where, or how many people that you lead, but HOW you lead.


18 Oktober 2013

Perjalanan bersama Tuhan beberapa bulan terakhir (1)

It's me again! I'm here after few months didn't update my blog. :D
actually, sometimes I want to update this blog, but every time I open my laptop, I'm not in the mood of updating this blog. hahaha.

hm.. I'm not sure I'm gonna write this blog with english.. haha. back to bahasa again. :p

ok. kembali dengan bahasa indonesia saja. daripada ga selesai2 ni blog. hahaha.
terlalu banyak yang perlu diceritakan kalau ak update semuanya. intinya sih banyak kejadian yang luar biasa, yang membuatku juga belajar banyak hal.

Akhirnya ak memutuskan untuk melanjutkan studi lagi.bukan s3, tapi s2 lagi. hehe. banyak orang yang bertanya-tanya, kenapa ak ambil kuliah lagi. ada yang bilang rajin bgt, ada yg bilang kok masih niat, dll. tapi buatku sendiri, ada 1 hal yg membuatku cukup yakin untuk kembali ke bangku kuliah s2, perjalanan untuk mencapai visi. :)
Saat mendengar kalau ak ambil s2 pendidikan, hampir smua org responnya "mau jadi guru?". dan jawabanku selalu sama. klo mo jadi guru aja, ga perlu susah2 ambil s2 pendidikan lg. krn dgn gelar yg ak punya sekarang, bisa saja klo ak mau jd guru. alasanku ambil s2 pendidikan adalah krn mau buat sekolah. at least jadi kepala sekolah d. hehe. that's my vision. visi yg sekian tahun belakangan ini Tuhan taruh dalam hatiku dan semakin kuat sampai akhirnya ak memutuskan untuk mengambil langkah tersebut.
mungkin ada sebagian orang jg yg berpikiran, mau buka sekolah ga perlu s2 lagi jg bisa. yup, ak setuju. tp untukku yg tidak ada background pendidikan sama sekali, ak ga mau ambil resiko itu, krn ak ga mo buat sekolah hanya sekedar untuk iseng atau yg lainnya. ditambah lagi sebelum memutuskan mengambil langkah ini, ada seorang motivator yg share dan mendukung rencanaku, bahkan beliau cukup membuka pikiranku untuk tidak hanya sebatas membuka sebuah sekolah. ada suatu tujuan yg lebih besar lagi yg beliau sampaikan yang mungkin bisa ak lakukan.
jadi seperti itulah kira-kira alasan kenapa ak mengambil langkah untuk kembali ke bangku s2 lagi.. :) sejauh ini, yg ak rasakan adalah lebih berat drpd saat ak ambil s2 sebelum ini. entah krn usia yg bertambah jg atau sepertinya memang pelajarannya lbh berat. hehe.
perjuangan masih sekitar 3-4 semester lagi (tergantung nanti jadinya ambil 2 konsentrasi atau tidak). tp ak percaya, kalau ini memang jalan yg Tuhan tunjukkan kepadaku, Dia pasti akan menuntunku sampai ak menyelesaikannya dengan nilai terbaik. :)

untuk cerita lain lagi, kita lanjutkan di postingan selanjutnya.. *smoga mood itu muncul lagi* hahahaha..