02 Mei 2014

Sudah siapkah?

Hal yang akan ak bahas kali ini sudah sangat familiar sekali, tapi entah kenapa kejadian2 yg ada bisa mengingatkan mengenai hal ini. Intinya adalah jaga hidupmu. buatlah keputusan yang tepat mengenai imanmu saat ini, jangan tunggu setelah tua nanti baru bertobat. Kenapa? karena kita ga pernah tau kapan Tuhan memanggil kita.

Hari minggu kemarin (hari ini hari Jumat) ak dikirimin foto seorang teman yang sudah resign dari kantor. Kondisinya sangat memprihatinkan, katanya kena kanker usus stadium 4. Sebenarnya kabarnya sudah ak dengar sejak sekitar setahun yang lalu, tapi setelah itu ak ga pernah dengar kabarnya lagi. dulu saat ak masih 1 kantor, dia orang yg perawakannya tinggi besar. tp kmarin ini saat ak dikirimin fotonya cukup bikin shocked. jadi kurus kecil bgt. >.< hari senin nya ak memberitahukan ttg hal itu ke beberapa org yg masih mengenal beliau dan mereka pada shocked jg. ternyata cerita itu ga sampai situ saja... malamnya ak dapat kabar he passed away.. RIP Pak George Marteyes. sedih dengernya, tp mungkin itu yg terbaik untuknya supaya dia tidak merasakan sakit lagi. :( kalau mengingat dulu, memang ga setiap apa yg dilakukannya disukai orang2, tapi i know he is a good guy.
1 kisah sedih baru menghampiri beberapa hari yang lalu.. ternyata belum selesai. tadi sore saat baru sampai rumah, cek recent update bbm, shocked baca update status 2 org teman sma. RIP kucai. ak ga pernah dekat sama dia, sejak lulus sma jg ga pernah ktemu lagi, tapi ak tau dia org yg baik dan humble. saat baca status itu bneran shocked. ga nyangka banget. dan katanya dia meninggal karena kecelakaan mobil di jalan tol.

so.. no one knows kapan dia akan dipanggil pulang dan dengan cara seperti apa. kalau memikirkan hal itu, kalau boleh memilih, nantinya ak ingin dipanggil pulang sama Tuhan dengan cara yg alami saja d.. ga sakit, bukan kecelakaan, bukan apapun. tapi point nya bukan di situ.. dengan kejadian2 yg tak terduga, berarti kita harus selalu siap kapanpun Tuhan akan memanggil kita.. kita ga akan pernah tau kapan Tuhan akan datang kembali, dan kita juga ga akan pernah bisa tau kapan Tuhan akan memanggil kita pulang. tugas kita hanyalah mempersiapkan diri.
Apakah engkau sudah siap jika bbrp saat lagi Tuhan memanggilmu pulang? atau sudah siapkah jika bbrp saat lagi Tuhan datang menjemput kita? renungkanlah itu...

Di antara 2 pilihan

Whoaaa... ternyata tahun 2014 ini saia belum pernah menorehkan sesuatu di blog ini.. >.<
yaah... efek sibuk jg sih pastinya. masuk semester 2, luar biasa sekali.. sebenarnya hrsnya sih lbh berat semester lalu, tp semester ini dosennya ksh nilainya lbh geje. -.-"

Oke.. kenapa akhirnya ak membuka blog ini lagi? karena ada 1 hal yg pengen ak share..
pernah ngga ngerasain dilemma atas sesuatu yang dgn keputusanmu itu dapat mempengaruhi hidupmu selanjutnya? 2 hari ini benar2 lagi dilemma. mungkin ada yg dah tau dan ada jg yg tidak tau. visiku ke depan, yg membuat ak memutuskan untuk mengambil s2 lagi, adalah karena ak ingin mendirikan sekolah sendiri. bbrp hr yg lalu ada saudara yg tiba2 menawarkan shella untuk jadi kepala sekolah di sekolah yg dia kelola untuk cabang barunya. tp berhubung shella sudah kerja dan kontrak, dia melemparkannya kpdku. Sepintas itu terlihat sebagai sebuah pintu yang Tuhan bukakan untuk langkahku menuju pencapaian visiku. tapi seperti biasa ak ga mau main memutuskan begtu saja. Banyak pertimbangannya dan berakhir pada 2 hal.. kalau aku terima itu, ak bisa belajar banyak sebagai persiapan, tapi jika dilihat di sisi lain, itu akan sedikit menghambat pemenuhan kebutuhanku saat ini. Jujur, ak pengen bgt ambil kesempatan itu. tapi ada bbrp org yg memintaku memikirkan lbh jauh lg. dan intinya mereka bilang kalau pengalaman itu memang penting, tapi jangan lupakan apa yang akan dihadapi sehari-hari, apakah itu bisa mencukupi kebutuhan atau tidak.
so... 2 hal itu benar2 membuatku dilemma. dan pada akhirnya setelah ak memutuskannya, ak cuma bisa berdoa semoga ak tidak membuat keputusan yang salah dan tetap percaya kalau memang Tuhan berkenan, nantinya Dia akan membuka jalanNya bagiku.

Berkaitan dengan kondisi di atas, saat sate tadi pagi (cukup heran bisa bangun jam 3 lalu langsung segar), tiba2 terlintas satu lagu "Tuhan Kaulah pengharapanku, kupercaya hanya kepada-Mu.." saat itu ak cuma bisa berdoa apapun keputusan yang ak buat, supaya ak yakin ak ga salah mengambil keputusan, ak minta damai sejahtera dan minta 1 konfirmasi lagi. dan pada akhirnya, mskp konfirmasi itu datangnya sore hari, tapi ak bisa merasakan damai sejahtera sepanjang hari ini. dan semoga memang keputusanku tidak salah dan Tuhan akan membukakan pintu-pintu yang lain saat aku memang siap untuk melangkah melewati pintu tersebut. thx God buat 1 proses pengambilan keputusan lagi yg Engkau ijinkan ak alami. :')

31 Desember 2013

It's almost New Year!

Kurang dari 2 jam lagi masuk tahun baru dan ak menyadari bahwa untuk tahun ini aku tidak membuat goal setting. :'( awal tahun sepertinya ak merasa gapapa ga buat itu. tapi di akhir tahun ini, ak jadi merasakan ada sesuatu yang kurang, apalagi saat beberapa waktu yang lalu ak lihat di timeline path ada yang post ttg bgmn Tuhan membuat goal settingnya tercapai.. di situ ak baru benar-benar menyadari pentingnya membuat goal setting. ._.
Meskipun demikian, ak tetap bersyukur atas penyertaan Tuhan untukku di tahun ini. mungkin ak ga bisa bilang tahun ini luar biasa bgt, tapi yang pasti tetap ada hal-hal yang sebelumnya ga pernah ak pikirkan tapi Tuhan berikan itu. banyak hal juga yang Tuhan ajarkan kepadaku di tahun ini termasuk setiap proses yang Tuhan ijinkan terjadi.
Sekarang saatnya mengakhiri tahun yg luar biasa ini dan bersiap memasuki tahun yang lebih luar biasa lagi.. saatnya membuat goal setting baru.. saatnya menyiapkan diri untuk menerima janji-janji Tuhan di tahun dimana Tuhan akan membuka pintu-pintu yang tertutup unutk mujizat yang kreatif.

Good bye 2013, welcome 2014..
Happy new year all..!!! ^_^

19 November 2013

Leadership Quote of the day (19.11.13)

A true leader has the confidence to stand alone, the courage to make tough decisions, and the compassion to listen to the needs of others. He does not set out to be a leader, but becomes one by the equality of his actions and the integrity of his intent. — Douglas MacArthur

Kepemimpinan Musa - Rela Berkorban

ga berasa dah sebulan sejak post terakhir dan akhirnya belum ada update lanjutannya. hahaha.tapi kali ini pun bukan update lanjutan.. hanya ingin membagi sesuatu yang sedang ak pikirkan dan pas dengan ayat yang ak baca kemarin.

"Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis." - Kel 32:32

Hm.. kalau tidak salah waktu kapan itu pernah ada yang bahas ayat ini, tapi ak lupa pas kotbah ato di doa pengerja atau doa apapun lah.. Kemarin ini pas baca cerita itu jadi keinget lagi.
Musa. Salah satu tokoh alkitab yang banyak diambil sebagai contoh jika berbicara mengenai pemimpin. Kalau mau cari buku yang bahas tentang kepemimpinan Musa pasti ada, tapi jangan tanya sekarang yah, harus cari dulu. pernah lihat tp ga inget. hehehe.
balik lagi.. kalau baca 1 pasal di keluaran 32 itu, ceritanya sebenarnya tentang bangsa Israel yang karena ditinggal Musa naik ke gunung Sinai ketemu Tuhan kelamaan ga balik-balik jadi mereka minta sama Harun untuk buatin allah buat mereka. akhirnya dibuatlah anak lembu emas. setelah itu Tuhan suruh Musa turun dan singkat cerita Tuhan bilang sama Musa kalau Dia mau membinasakan bangsa Israel.
Nah, setelah itu barulah kutipan ayat di atas muncul. Musa berperan sebagai pemimpin mencoba melunakkan hati Tuhan supaya tidak membinasakan bangsa Israel.
Satu hal yang ak dapat, Musa tahu kalau bangsanya salah di hadapan Tuhan, tapi sebagai pemimpin dia tidak lari dari tanggung jawab dan menyalahkan bangsanya. di hadapan Tuhan. Musa berdiri membela bangsanya, sampai-sampai taruhannya adalah minta namanya saja yang dihapus dari kitabNya Tuhan kalau Tuhan tidak mau mengampuni dosa mereka. Benar-benar sikap seorang pemimpin yang rela mengorbankan nyawanya. Jadi ingat tentang cerita gembala yang baik vs gembala upahan (kalau tidak salah di Yoh 10).

Ak sempat share sama seorang teman tentang apa yang ak dapat di atas. Dan balasan yang ak terima cukup mengejutkan, tidak terpikirkan sama sekali dan membuat ak merenungkan hal tersebut dan jadi berpikir..
Temanku bilang seperti ini: "memang yah if nations failed, yang harus disalahkan pemimpinnya. tapi tidak semua orang punya that kind of humility. If a ministry didn't work well, can you stand as a leaders and said it's my faults?" dan lalu dia bertanya "siapkah kamu di posisi itu?"
leaders (siapapun yang sudah dipercayakan sebagai pemimpin), apa yang akan kalian jawab untuk pertanyaan itu? apakah kalian siap jika ada di posisi itu?
menurutku itu pertanyaan yang susah untuk dijawab tapi situasi seperti itu mungkin saja datang. jawabanku adalah siap ga siap harus siap. resiko jadi seorang pemimpin. saat kita ada di posisi seperti itu, rasanya tidak mungkin kita salahin orang yang di bawah kita karena yang akan dilihat oleh pemimpin kita bukan mereka tapi kita sebagai pemimpinnya. ujung-ujungnya balik lagi masalah pertanggung jawaban kita kepada pemimpin atas orang yg dipercayakan kepada kita.

terakhir, ada sebuah quote yang bagus untuk direnungkan:
    At the end, it's not about who, when, where, or how many people that you lead, but HOW you lead.